Wakil Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan Siap Perjuangkan Alsintan Berbasis Teknologi Bagi Petani Nagekeo

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, saat berkunjung ke Waduk Lambo/Mbay (Foto: Doc. FloresFiles.com)
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, saat berkunjung ke Waduk Lambo/Mbay (Foto: Doc. FloresFiles.com)

NAGEKEO, FloresFiles.com — Wakil Ketua Komisi lV DPR RI, Ahmad Yohan, mengaku siap memperjuangkan aspirasi masyarakat petani terkait dengan pengadaan alat-alat mesin pertanian (Alsintan) berbasis teknologi dalam rangka mendukung mekanisasi pertanian di NTT, khususnya di Kabupaten Nagekeo.

Politisi Partai Amanat Nasional ini menyebut, kendala utama masyarakat petani dalam mengolah lahan pertanian serta peningkatan produksi pertanian, baik itu sawah, hortikultura maupun lahan perkebunan, adalah ketersediaan alat mesin pertanian yang kurang memadai.

Ahmad Yohan mengapresiasi program Pemerintah Kabupaten Nagekeo di bawah kepempimpinan Bupati Simplisius Donatus dan Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada terkait upaya mencetak lahan sawah baru sebagai langkah mendukung program nasional swasembada pangan.

“Ini hari saya diajak oleh Pak Gubernur mengunjungi Nagekeo dan tadi kami di lahan cetak sawah baru, kita apresiasi program Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam hal mencetak lahan baru. Tadi katanya ada kurang lebih 300 hektar, ini langkah yang mesti didukung,” ungkap Ahmad Yohan saat mendampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka melakukan kunjungan kerja ke Nagekeo, Rabu (02/04/2025).

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Komisi IV DPR RI) adalah salah satu dari tiga belas Komisi DPR RI dengan lingkup tugas di bidang Pertanian, Kehutanan dan Kelautan.
Dalam kunjungannya tersebut, Ahmad Yohan melihat ketersediaan alat pertanian yang belum memadai menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah maupun masyarakat petani dalam mewujudkan program ketahanan pangan ini.

“Kita lihat tadi kendalanya ada di teknologi, kami selaku anggota DPR RI akan terus berjuang lewat aspirasi kami agar teknologi yang mendukung pembukaan lahan baru ini bisa terwujud di Kabupaten Nagekeo,” tandasnya.

Selain mendukung program cetak sawah baru, Ahmad Yohan juga mendorong agar produksi garam yang saat ini tengah dikembangkan oleh PT Chettam dapat ditingkatkan jauh lebih besar ke depannya, sehingga berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nagekeo dan NTT umumnya.

“Kami juga diajak Pak Gubernur mengunjungi salah satu Bumdes yang memproduksi beras, ini luar biasa, artinya sudah ada 1 desa satu produk, harapannya kita juga mendorong desa-desa yang lainya juga mampu melakukan hal yang sama seperti di Desa Maropokot ini,” ujarnya.

Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, pemerintah tengah mempersiapkan program cetak sawah baru yang menargetkan pengembangan 3 juta hektar lahan sawah hingga tahun 2029. Program ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan pasokan pangan nasional serta mendukung sektor pertanian sebagai pilar ekonomi yang kokoh di tengah ancaman krisis pangan global.

Dalam mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagekeo, NTT, juga berencana akan mencetak lahan sawah baru memanfaatkan lahan tidak produktif (lahan tidur red.-) yang tersebar di beberapa wilayah. Salah satu wilayah yang ideal untuk dijadikan lahan sawah baru adalah Kecamatan Aesesa Selatan yang bentangan alamnya dipenuhi padang rumput.

Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, menyebut program cetak sawah baru ini menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan bahkan masuk dalam program 100 hari kerja Bupati dan wakil Bupati terpilih periode 2025-20230.

Gonzalo mengatakan bahwa dalam waktu dekat, Pemkab Nagekeo akan segera mewujudkan program tersebut yang dimulai dari Kecamatan Aesesa Selatan.

“Di Aesesa Selatan, program yang akan kita mulai dan akan saya turun survei di hari Jumat itu, kita akan cetak sawah baru, rencananya kita mulai di embung Tiwa, Desa Tengatiba,” ungkap Muga Sada.

Dalam implementasinya, program cetak sawah baru ini melibatkan semua stakeholder mulai Pemerintah Kabupaten, Kacamatan sampai dengan Pemerintah Desa. Semua unsur diharapkan untuk bekerjasama bahu-membahu menyukseskan program tersebut.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo merilis identifikasi lahan tidur potensial yang akan dijadikan lahan sawah baru meliputi wilayah Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatan, dan Boawae. Tahun 2025 ini, Dinas Pertanian menargetkan untuk mencetak lahan baru kurang lebih 50 hektar yang tersebar di Waekokak, Kecamatan Aesesa juga Rendu Wawo dan Tengatiba di Kecamatan Aesesa Selatan.

“Kita sudah mulai, untuk saat ini mungkin baru sekitar 5 sampai 6 Ha, fokus kita nanti di Aesesa Selatan. Kita pakai skema beli BBM karena Dinas punya alat berat (Buldozer Farming) untuk pembuatan terasering, bedengan juga perapian,” jelas Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Hironimus Paga.

(SW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *