Ruteng, FloresFile- PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara (Nusra) mengundang para Wartawan di Kabupaten Manggarai mengunjungi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu yang terletak di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, Rabu 18 Juni 2025.
Kegiatan tersebut merupakan kegiatan “Site Visit” (kunjungan lokasi), inisiatif dari PLN UIP Nusra untuk memperkenalkan lebih jauh tentang geothermal kepada Wartawan, baik itu tentang progres pembangunan, cara kerja geothermal maupun manfaat geothermal untuk kebutuhan listrik. Kunjungan lapangan ini diawali dengan pemaparan materi tentang “progres pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5 dan 6 Setelah memaparkan materi, PLN UIP Nusa Tenggara mengajak para wartawan untuk mengunjungi langsung lokasi pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5 dan 6.
Di lokasi PLTP Ulumbu Unit 5 dan 6 itu terdapat beberapa pembangunan, antara lain: sumber panas magma yang berfungsi untuk membentuk geothermal, alat perjalanan air yang meresap ke dalam tanah pada kedalaman 1.000-3.000, alat produksi listrik uap yang bersumber dari sumur untuk menghasilkan listrik dan sumur injeksi yang berfungsi mengembalikan air sisa ke dalam bumi untuk menjaga tekanan dan menjadikan sistem ini bersih dan berkelanjutan
Setelah itu PLN UIP Nusa Tenggara juga mengajak wartawan untuk mengunjungi lokasi “Kawah Ulumbu” yang merupakan salah satu sumber panas bumi yang sekarang kini ada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang berkapasitas 10 MW.
Kawah ini terletak di kaki gunung Poco Leok, dekat Desa Wewo, Manggarai, dan menjadi sumber uap yang digunakan untuk menghasilkan listrik. Saat ini kawah Ulumbu sendiri berkontribusi pada penyediaan listrik di wilayah Ruteng dan sekitarnya, serta berpotensi untuk memasok listrik ke seluruh pulau Flores.
Kepala Teknik Panas Bumi, Roya Ginting menjelaskan, PLTP Ulumbu Unit 1-4 telah mensuplai kebutuhan energi listrik di Manggarai sebesar 50%, yakni 6,5 MW dari total 13,06 MW beban/kebutuhan listrik yang tercatat di gardu induk Ruteng 11,76 MW dan gardu induk Ulumbu 1,3 MW.
Saat ini, kata Roya, pihaknya tetap berkomitmen terhadap agenda besar pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mencapai swasembada energi dengan target penambahan EBT sebesar 56 GW di tahun 2030, bahkan Kementrian ESDM akan meluncurkan RUPTL PLN 2025-2034.
Menurut Roya, geothermal merupakan energi hijau, bersih dan handal karena ketersediaan energinya tidak berubah. Selain itu, geothermal merupakan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang berpotensi melahirkan kekuatan listrik yang handal di Kabupaten Manggarai.
Pemerintah Indonesia pun telah menetapkan icon Flores Geothermal Island melalui keputusan Menteri ESDM No.2268K/30/MEM/2017 tanggal 19 Juni.
Lebih lanjut Roya menambahkan, cara kerja geothermal tidak seperti tambang. Artinya geothermal bukan tambang.
Geothermal mempunyai pemanfaatan untuk pembangkit dan menghasilkan listrik dari panas bumi. Sementara kegiatan pertambangan dilakukan dengan cara menggali, mengebor, lubang besar sehingga dapat menyebabkan limbah padat, air asam tambang, potensi pencemaran dan dampak lanskap.
“Jadi geothermal bukan kegiatan penambangan menurut undang-undang, geothermal tidak bekerja seperti tambang dalam menghasilkan energi terbarukan” jelas Roya.
Dijelaskan Roya, geothermal bekerja dengan mengalirkan uap panas bumi melalui sumur tertutup, sumur kecil pipa dan instalasi pembangkit, sehingga tidak ada lagi air sisa limbah yang dikembalikan ke bumi.
Tak hanya itu, kata Roya, geothermal tidak mempunyai resiko lingkungan yang berdampak langsung ke warga atau merusak tatanan budaya yang selama ini digaungkan oleh kelompok kontra.
Dampak geothernal terhadap resiko lingkungan sangat rendah, terukur dan dimitigasi, semuanya sudah sesuai dengan analisis dampak lingkungan.
“Melalui media saya berharap semua masyarakat paham tentang cara kerja dan pemanfaatan geothermal sebagai EBT untuk menjadi pemasok listrik utama” kata Roya.
Ia kemudian menjelaskan tentang cara kerja beberapa item pembangunan di Unit 5 dan 6 yang sedang masuk dalam progres pembangunan PLTP Ulumbu, energi geothermal.
Sumber panas bumi magma misalnya, berfungsi untuk memanaskan batuan dan air hingga membentuk energi geothermal, tidak ada dampak untuk lingkungan.
Kemudian alat perjalanan air tanah, berfungsi agar air hujan meresap ke dalam tanah pada kedalaman 1.000 – 3.000 meter hingga mencapai zona panas lalu berubah menjadi uap.
Tekanan akan dijaga oleh lapisan batuan kedap air sehingga tidak ada dampak untuk lingkungan. Yang berikut ada alat produksi listrik uap dari sumur produksi yang dialirkan ke pembangkit lalu memutar turbin untuk menghasilkan listrik.
Uap akan dipisahkan dari air melalui steam sperator sehingga tidak memunculkan dampak. Ada juga sumur injeksi yang berfungsi agar air sisa dikembalikan ke dalam bumi lewat sumur injeksi sekaligus dapat menjaga tekanan dan menjadikan sistem ini bersih serta berkelanjutan.
Roya juga menjelaskan pemanfaatan selain pembangkit geothermal dapat dijadikan tempat wisata permandian air hangat seperti di Blue Lagoon Iceland.
Dapat juga dijadikan untuk pertanian green house agar produksi tidak tergantung dengan musim seperti yang ada di Green House Belanda.
Lalu ada pemanfaatan seperti di Gula Aren Gunung Hijau Masarang Tomohon, Indonesia yang menjadikan geothermal untuk proses pengelolaan gula aren dan nira.
Pemanfaatan lain adalah komitmen PT PLN dalam program pemberdayaan masyarakat yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahan melalui CSR (Corporate Social Responsibility).
Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi PLTP Ulumbu.
Sementara itu Agradi Aryatama selaku Bagian Komunikasi & TJSL menjelaskan bahwa salah satu tujuan mengajak Wartawan ke PLTP Ulumbu untuk menekankan prinsip keterbukaan informasi publik, dan mengajak para media agar bersinergi menyukseskan program strategi nasional.
Menurut Agradi, inisiatif ini merupakan bagian penting dari upaya PLN untuk bersikap transparan kepada masyarakat melalui perwakilan media atau Wartawan dan komunitas masyarakat.
“Informasi yang transparan dan edukasi bagi masyarakat seluruhnya, diharapkan dapat memberikan dan meluruskan informasi tidak lengkap yang beredar ditengah masyarakat” ujarnya.
Pihaknya sangat percaya bahwa informasi yang akurat dan komprehensif adalah hak setiap warga negara.
Melalui site visit ini, rekan-rekan jurnalis dan perwakilan masyarakat bisa melihat langsung bagaimana PLTP Ulumbu beroperasi, memahami tantangan yang kami hadapi, serta menyaksikan langsung komitmen kami dalam menjaga lingkungan dan memastikan pasokan listrik yang andal.(Berto)









