Ruas Jalan Ruteng-Borong dan Ruteng-Reo Direhab Dengan Dana Rp 29 Miliar

Ruas jalan Ruteng-Reo bakal difokuskan sampai jalur menuju Pelabuhan Kedindi.

PPK 3.3 Jalan Nasional, Nur Indah Indriani. (Foto: Ist)

Ruteng, FloresFiles.com– Ruas jalan yang menghubungkan Ruteng-Borong, Kabupaten Manggarai Timur dan Ruteng-Reo, Kabupaten Manggarai direhab oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan biaya Rp. 20 Miliar.

PPK 3.3 Jalan Nasional, Nur Indah Indriani mengatakan bahwa penanganan difokuskan pada dua ruas vital, yaitu ruas batas Kota Ruteng–Borong (KM 210) dan ruas Ruteng–Reo.

Bahkan ruas jalan Ruteng-Reo bakal difokuskan sampai jalur menuju Pelabuhan Kedindi.

Kegiatan ini, kata Nur Indah, mencakup rehabilitasi infrastruktur jalan sekaligus pencegahan longsor guna menjamin kelancaran transportasi dan keselamatan pengguna jalan.

“Kami lakukan rehabilitasi karena ini demi kelancaran transportasi, apalagi kondisi tebing pada sisi timur ruas jalan sudah terkikis longsor” ujar Nur Indah di Ruteng, Selasa 15 Juli 2025.

Saat ini, lanjut dia, fokus pekerjaan berada di titik STA 11 dekat Jembatan Wae Reno, Kabupaten Manggarai Timur, sementara untuk jalur Ruteng-Reo sedang dimulai di Waepesi.

Penanganan yang dilakukan di jalur Ruteng-Borong, berupa Pembangunan dinding penahan tanah (DPT) beton di sisi timur jalan dan pemasangan saluran U-Ditch dan pasangan batu untuk mencegah erosi.

Selain itu, rehabilitasi jembatan Wewor, dan pembangunan deker di Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese juga sedang dilakukan.

“Pada STA 21, saluran di sisi barat tertutup, air melimpah ke jalan. Maka, kami bangun deker agar aliran air tertata,” katanya.

Dinas PUPR Manggarai Rancang Aplikasi Larisa, Petani Bisa Lapor Langsung Kerusakan Irigasi

Lebih lanjut ia menjelaskan, proyek ini dilaksanakan oleh PT Menara dengan anggaran Rp 5 miliar dari APBN, terkontrak sejak 9 Mei 2025 dan berakhir 31 Desember 2025 dengan progres fisik saat ini mencapai 13,86 persen.

Berikutnya lagi, penanganan longsor dilakukan di dua titik, yakni STA 37 dengan metode bore pile, pembangunan DPT pasangan batu dan saluran air dan STA 50 akibat abrasi sungai Wae Pesi yang merusak bahu jalan.

Untuk Ruteng-Reo, proyek dikerjakan oleh PT Floresco dengan nilai kontrak Rp 24 miliar juga bersumber dari APBN. “Saat ini progres fisik mencapai 10,12 persen” tutupnya. ( Berto )