Yohanes Siga Lobi ke PLN, Harapan Listrik Warga Tedakisa Kian Nyata

Anggota DPRD Nagekeo Yohanes Siga saat bertandang ke UP3 PLN Flores Barat, Labuan Bajo, Photo dok: FloresFiles

Nagekeo, FloresFiles.com— Di tengah keterbatasan akses listrik di Desa Tedakisa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Yohanes Siga kembali membawa harapan. Wakil Ketua DPRD Nagekeo itu turun langsung melobi PLN agar listrik segera hadir di wilayah terpencil tersebut.

Langkah ini dilakukan menyusul masih terbatasnya akses energi di wilayah 3T, termasuk Desa Tedakisa dan Tedamude, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Pertemuan Yohanes Siga dengan Kepala UP3 PLN Flores Bagian Barat Ekky Putra dan Arif Budiman membahas percepatan layanan listrik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pertemuan itu kita membahas soal percepatan instalasi jaringan listrik ke Desa-desa terpencil di mana ada bangun dapur SPPG sehingga program makan bergizi gratis segera terealisasi” ungkap Yohanes kepada NTTVIVA, Kamis 9 April 2026.

Menurutnya, komunikasi dengan PLN merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar percepatan program MBG didukung akses listrik hingga pelosok.

“Sebagai upaya kolaborasi lintas sektor kita bangun koordinasi dengan pihak PLN mendorong percepatan akses listrik di desa-desa yang notabene memiliki dapur SPPG sehingga program MBG bisa berjalan lancar” katanya.

Diketahui, Tedakisa dan Tedamude belum teraliri listrik PLN. Di dua desa ini sedang dibangun dapur SPPG untuk melayani sekitar 500 penerima manfaat program MBG.

Manager ULP PLN Bajawa, Dwi Parestyo, mengatakan pembangunan jaringan listrik tengah dipercepat di lima lokasi prioritas, termasuk Tedakisa dan Tedamude. Saat ini progres mencapai 5,3 persen.

“Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 5,3 persen dan terus dikebut di lapangan, kami menargetkan pekerjaan dapat berjalan lancar sepanjang April hingga Mei, termasuk pemenuhan kebutuhan calon pelanggan baru di wilayah tersebut” papar Dwi Prasetyo saat dikonfirmasi, NTTVA, Kamis 9 April 2026 malam.

PLN juga meminta dukungan masyarakat agar proses berjalan lancar.

“Kami mohon dukungan dari semua pihak terutama masyarakat untuk bisa mengijinkan tanaman atau pepohonan untuk kami tebang sehingga proses pekerjaan berjalan lancar” pintanya.

Di sisi lain, warga Tedakisa menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan perjuangan yang dilakukan Yohanes Siga. Mereka menilai langkah tersebut menjadi harapan nyata bagi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Yohanes Siga yang sudah memperjuangkan listrik untuk desa kami. Selama ini kami hidup dalam keterbatasan, jadi ini harapan besar bagi kami,” ungkap Serilus Goa warga Kampung Malasoi, Desa Tedamude.

“Selama ini sajak Indonesia merdeka, Bupati ganti Bupati, DPRD ganti DPRD kami tidak pernah menikmati listrik PLN, baru kali ini di jaman Pak Yan Siga jadi anggota DPRD Nagekeo baru ada tanda-tanda listrik masuk” tambahnya lagi.

Ludgardis seseorang ibu rumah tangga warga Desa Tedakisa juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan Yohanes Siga dalam menghadirkan listrik di wilayah mereka bahkan sejak politikus Gerindra itu belum menjabat sebagai anggota DPRD Nagekeo.

Ludgardis yang merupakan salah satu teknisi PLTS Desa tersebut mengatakan, selama ini para ibu rumah tangga sangat merasakan keterbatasan tanpa listrik, terutama pada malam hari.

“Kami sebagai mama-mama sangat bersyukur dan berterima kasih. Kalau listrik PLN sudah masuk, kami bisa lebih mudah mengurus rumah tangga, anak-anak juga bisa belajar dengan baik di malam hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut warga lainya berharap, upaya yang tengah dilakukan dapat segera terealisasi sehingga mereka tidak lagi bergantung pada penerangan seadanya.

Jejak Perjuangan Mendatangkan Listrik 

Yohanes Siga merupakan anggota DPRD Nagekeo periode 2024–2029 dari Dapil Aesesa, Aesesa Selatan, dan Wolowae. Sebelum terjun ke politik, ia aktif di Yayasan Wadah Titian Harapan (Wadah Foundation).

Sejak 2020, ia terlibat dalam program energi berbasis masyarakat melalui kerja sama dengan Barefoot College International dan Pemkab Nagekeo, termasuk pelatihan PLTS di India bagi warga desa.

Program tersebut menghasilkan bantuan 600 unit listrik tenaga surya, 600 solar lantern, serta 5 bengkel energi di beberapa desa, termasuk Tedakisa dan Tedamude.

Pengalaman ini menjadi dasar perjuangannya menghadirkan listrik merata di Nagekeo, dari aktivitas sosial hingga kiprah politiknya saat ini.