Manggarai, Flores Files – Dari sekian banyak putra-putra terbaik Manggarai yang sudah Go Nasional, ada satu nama yang muncul dari cerita panjang, penuh perjuangan dan doa yang tak putus.
Dia adalah Selvianus Sendo, pria kelahiran 07 September 1979 asal kampung Langgo, Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sukses berkat doa sang ibu.
Selvian, anak bungsu dari enam bersaudara ini tumbuh besar di keluarga sederhana. Sejak bayi ia sudah disebut anak yatim pasca ditinggal pergi oleh ayah tercinta, Petrus Dedok yang wafat pada 25 Juli 1981 silam.
Kala itu Selvian masih berusia 2 tahun, sedangkan kakak sulungnya, Miseria Kordia baru duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Sejak kepulangan sang ayah, ibunya Sofia Sadung berjuang seorang diri untuk membesarkan dan menafkahi enam orang anak, termasuk Selvian.
Sang ibu Sofia Sadung terpaksa merangkap menjadi petani demi bisa menggarap sawah peninggalan sang suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta biaya pendidikan enam orang anak.
Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, Selvian juga tak luput dari rutunitas berkebun bersama sang ibu bareng kelima saudaranya demi pemenuhan hidup.
Saban hari usai pulang sekolah Selvian kerap kali melewatkan kesenangannya untuk bermain bersama teman-teman karena harus pergi mencari rumput ternak di pematang sawah dan mencari kayu bakar untuk keperluan masak di rumah.
Masa kecilnya hingga perguruan tinggi menjadi kisah yang paling kelam bagi Selvian sebelum menjadi orang sukses.
Bahkan, ada kisah sedih dan menarik tatkala ia diwisuda usai menempuh pendidikan D3 Teknis Sipil di Undana Kupang.
Waktu itu ia terlambat memasuki ruangan tempat wisuda karena Angkot yang ia tumpangi lama antre menunggu penumpang sepanjang jalan dari kawasan Oesapa menuju lokasi wisuda Penfui Kupang.
Ia pun menjadi sorotan mata para wisudawan dan para dosen yang sejak pagi menempati ruangan.
Itulah kisah sedih dan menarik yang masih terniang dalam ingatan Selvian tatkala masih berstatus mahasiswa.
Sebagai anak yang tak punya ayah saat itu, Selvian percaya bahwa setelah diwisuda ada jalan dan jalan itu adalah bagian dari takdir yang Tuhan siapkan untuknya.
Kini, ia berharap perjuangannya dulu dan kesuksesannya sekarang bisa menjadi titik balik untuk keluarganya yang dulu hidup dalam keterbatasan.
Ia ingin membalas semua pengorbanan ibunya Sofia Sadung yang dengan susah payah membesarkan ia dan kelima saudaranya sampai bisa sukses.
“Takdir telah menemukan saya sebagai orang sukses. Terimah kasih atas tuntutan Tuhan serta doa dan pengorbanan seorang ibu yang sampai sekarang masih ada bersama saya” kata Selvian, saat berbicara dengan Wartawan di Kediamannya, Selasa 26 Agustus 2025.
Didikan sang ibu ini tak akan pernah ia lupakan termasuk doa yang kerap dijalankan oleh ibunya untuk diikuti anak-anaknya, yakni doa rosario setiap malam sebelum tidur.

Selain itu disiplin dalam mengerjakan tugas juga menjadi syarat mutlak untuk dilaksanakan.
Tradisi berdoa rosario sebagaimana ajaran sang ibu dan semangat kerja keras kini membuahkan hasil.
Dari enam anaknya itu, semuanya telah memiliki pekerjaan tetap. Di usianya yang ke 79, sang ibu Sofia Sadung memiliki 19 orang cucu dan 6 orang cicit.
Go Nasional
Saat ini Selvian telah Go Nasional dan dipercayai menjadi Marketing Direktur PT Panorama Alam Sedulur (PAS) Jakarta, membawahi wilayah Indonesia Timur, meliputi Bali, Kalimantan, Makasar, NTB, NTT hingga Papua plus negara tetangga, Timor Leste.
Sebuah posisi jabatan yang sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan perusahaan.
Di tempat itu, Selvianus Sendo menjadi satu-satunya beragama Katolik yang menduduki jabatan strategis di perusahaan.
Selvian lolos seleksi menduduki jabatan Marketing Direktur setelah mengalahkan 150 lebih pesaing se-nusantara.
Guna mendukung kinerjanya sebagai Direktur Pemasaran PT Panorama Alam Sedulur (PAS) Selvian pun mendirikan PT Pesona Alam Flores (PAF) dan bertindak sebagai Direktur Utama.
Nantinya Panorama Alam Flores (PAF) akan bekerja sama dengan PT Panorama Alam Sedulur (PAS) Jakarta dalam mengembangkan bisnis kosmetik bermerk Trujiva beserta turunan produknya termasuk berbagai jenis rokok
Sebelum sukses seperti ini, Selvian telah meninggalkan jabatan terakhirnya sebagai Manager Bisnis Mikro di Bank BRI kantor Cabang Manggarai.
Keputusan itu ia buat atas pertimbangan pribadi dan keluarga sekaligus membaca peluang usaha di masa mendatang.
Jabatan setingkat Manager di Bank BRI yang telah diembannya beberapa tahun terakhir tentu telah memberikan penghidupan yang layak.
Selvian mengisahkan, dirinya bergabung dengan Bank milik negara itu sejak September 2003 silam.
Sejak bekerja di Bank BRI, dirinya telah menduduki beberapa posisi penting seperti Kepala Unit BRI di beberapa tempat, yakni Kepala Unit Motang Rua, Kepala Unit Reo, Kepala Unit Mano, Resident Auditor Unit, Branch Risk & Complaince dan beberapa jabatan penting lainnya.
Sebelum bergabung dengan Bank BRI Ruteng pada 2003, suami dari Elisabeth Lupdaryanti Dor ini sempat mengajar selama setahun di almamaternya, SMK Bina Kusuma Ruteng.
Rencana Syukuran
Sebagai ungkapan syukur atas kasih sayang ilahi, Selvian akan menggelar perayaan misa syukur keluarga yang akan digelar di Langgo Carep Ruteng pada Selasa 09 September 2025.
Tak hanya itu, bagian lain dari ungkapan syukur dimaksud, pada pagi harinya Selasa 09 September 2025 sekitar pukul 07:30 Wita, PT Panorama Alam Sedulur (PAS) bekerja sama dengan PT Panorama Alam Flores (PAS) akan memberikan bantuan berupa beras masing-masing sebanyak satu (01) ton beras ke Panti Asuhan Somaskan dan Panti Asuhan Wae Peca.
Perayaan misa Kudus syukuran keluarga tersebut rencananya akan dipimpin Rektor Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng, RD. Malfret Habur dan akan dihadiri sekitar 500 undangan dari kalangan keluarga dan tamu undangan lainnya. (Berto Davids)











