Tim K9 Pamit, Tiga Korban Banjir Mauponggo Tak Kunjung Ditemukan 

Anjing Pelacak sempat beberapa kali mengendus adanya bau tapi setelah itu hilang

Tim K9 saat acara perpisahan dengan masyarakat Kampung Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Photo dok: FloresFiles (Arjuna)

Nagekeo, FloresFiles— Hingga hari ke 14, tiga orang korban banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, belum kunjung ditemukan meski upaya pencarian mengerahkan anjing pelacak (K9) sejak pekan lalu.

Selama 5 hari menyisir aliran sungai Lowokoke, mendeteksi adanya bau menyengat namun usaha yang dilakukan oleh Tim K9 Mabes Polri dan Polda NTT belum membuahkan hasil. Tiga orang korban yang dilaporkan hilang akibat terseret arus banjir hingga hari ini belum ditemukan.

Setelah segala upaya sudah dilakukan nanum hasilnya nihil, sesuai aturan teknis Tim K9 yang diterjunkan untuk ikut dalam upaya pencarian tiga orang korban bencana banjir bandang akhirnya resmi pamit dari lokasi bencana pada Senin 21 September 𝟤𝟢𝟤𝟧. Proses pencarian korban menggunakan anjing pelacak resmi dihentikan.

“Kami sudah selesai dengan tugas, kami kami tidak mendapatkan hasil yang maksimal, kami mohon maaf, kami sudah laksanakan semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain” ungkap pimpinan tim K9 Iptu Erasmus saat acara perpisahan bersama masyarakat Kampung Sawu, Senin 21 September 𝟤𝟢𝟤𝟧 malam.

Erasmus menjelaskan, pencarian dilakukan sejak Rabu pekan lalu melibatkan empat ekor anjing pelacak yang pandu para pawang. Tim K9 berjumlah 11 orang yang memandu empat ekor anjing masing-masing dua ekor spesial Search and Rescue dan dua ekor lacak umum.

Menurut Iptu Erasmus selama lima hari mereka sudah berusaha menyisir setiap titik. Metode pencarian dilakukan sesuai dengan teori keilmuan yang diperoleh. Selama pencarian, Anjing pelacak kata anggota Polisi yang pernah menjalani pelatihan memandu anjing di Singapur, Cina hingga Amerika Serikat ini sempat beberapa kali mencium bau namun pada akhirnya hilang.

“K9 kami beberapa kali mencium bau, tapi hasilnya tetap sama, itulah hasil kerja kami, Bapa-Mama atas nama kesatuan saya mohon maaf” pinta pria asal Ambon ini.

Iptu Erasmus juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak baik pemerintah Desa Sawu, masyarakat Desa Sawu yang sudah dengan ikhlas menerima, menyediakan tempat tinggal untuk kehadiran mereka selama lima hari melakukan pencarian.

Terpantau pada Senin 21 September 𝟤𝟢𝟤𝟧 malam di Kampung Sawu masyarakat setempat mengadakan acara perpisahan. Iptu Erasmus bersama tim yang dibantu oleh personil Polda NTT diberi hadia berupa selendang dan tas tradisional khas Nagekeo sebagai ungkapan terima kasih.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Sawu dan seluruh masyarakat menyampaikan limpah terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dengan bencana ini. Kepala teman-teman tim K9 kami mohon maaf, apabila selama ini ada sedikit hal yang tidak nyaman”ungkap Albertus Dheke kepala Dusun Kampung Sawu.