Workshop Deep Learning MKKS Mauponggo: Menuju Pendidikan Bermutu di Era Digital

Workshop Deep Learning MKKS Kecamatan Mauponggo, Photo dok: FloresFiles

Nagekeo, FloresFiles– Aula lantai 2 kantor Koprasi Kredit Kenisa di Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, pagi itu Jumat 4 Oktober 2025 tampak lebih hidup dari biasanya. Puluhan orang guru dan Kepala Sekolah dari beberapa SMP di wilayah Kecamatan Mauponggo berkumpul mengikuti Workshop Deep Learning, sebuah kegiatan yang digelar oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk memperkuat literasi digital di kalangan guru SMP.

Para peserta tampak antusias mendengarkan paparan materi dari rektor universitas Rektor Universitas Katholik Widya Karya, Malang Dr. Klemens Mere yang secara detail dan komperhensif menjelaskan bahwa deep learning atau pembelajaran mendalam pada hakekatnya merupakan pendekatan yang memuliakan.

Deep Learning menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

“Menurut saya sangat penting Materi yang di sampaikan oleh pemateri mudah di pahami oleh saya dan sangat relevan untuk pendidikan abad ke – 21” ungkap Florentina Bhoko guru SMPN 1 Mauponggo.

Bagi para guru, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Mereka menyadari bahwa deep learning bukan hanya milik dunia teknologi tinggi, tetapi juga bisa diterapkan dalam pendidikan. Misalnya, dalam menganalisis hasil belajar siswa, mengenali kesulitan individu, hingga membantu merancang pembelajaran yang lebih personal.

Dia menyebut, dalam mengikuti seluruh rangkaian materi yang disalurkan, ada begitu banyak hal baru yang diperoleh, semisal dalam proses pembelajaran itu guru bisa membuat peserta didik memahami, mengaplikasi dan merefleksi atas materi yang saya sajikan.

“Mari kita terus berkolaborasi untuk mengimplementasikan apa yang kita peroleh,agar pembelajaran kita dalam kelas menjadi bermakna, berkesadaran dan menggembirakan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memberikan pemahaman, keterampilan, dan pengalaman langsung dalam menerapkan pembelajaran mendalam melalui pendekatan aktif, kolaboratif, berbasis proyek, maupun berbasis teknologi.

Dalam paparannya, Frater Monfort menerangkan pembelajaran mendalam pada hakekatnya merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

Dengan begitu, dalam implementasinya, pembelajaran mendalam meliput tiga unsur diantaranya berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Sementara itu, peran guru dalam menerapkan metode dan sistem pembelajaran mendalam sejatinya bertindak sebagai Aviator, kolaborator dan pengembangan budaya belajar.

Yohanista Mogi peserta lain mengungkapkan membuka ruang para guru untuk berkolaborasi dengan guru yang satu rumpun mata pelajaran dan juga lintas disiplin ilmu menganalisis kembali capaian pembelajaran (CP) dan kemudian bersama menyusun Perencanaan Pembelajaran Mendalam(PMM).

Guru Bahasa Inggris di SMPN Satap 2 Mauponggo ini mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan hal baru mengenai deep learning walaupun dalam waktu yang singkat. Dia menyebut, hal penting yang bisa dipetik dari kegiatan tersebut adalah bagaimana guru mampu memasuki dan memahami secara detail dunia murid dengan latar belakang yang berbeda.

“Penting sekali, sehingga membuat guru terus belajar sesuai perkembangan zaman demi pelayanan yang bermutu buat murid dan guru didorong untuk bisa mengenal anak secara persona” katanya.

Sementara itu, Ketua MKKS Kecamatan Mauponggo Anastasia Basillia Bupu menyampaikan bahwa pelatihan seperti ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan guru menghadapi era digital menuju Indonesia Emas 2045, di mana sumber daya manusia unggul dan melek teknologi menjadi kunci kemajuan bangsa.

“MKKS akan merencanakan kegiatan lanjutan setelah kegiatan workshop ini.Kegiatan lanjutan berupa penyusunan PPM (Perencanaan Pembelajaran Mendalam) dan simulasi penerapan Deep Learning dalam wadah MGMP dalam waktu dekat” ucapnya.

Dia berharap setelah mendapatkan materi secara konseptual hari ini guru tidak berhenti hanya sampai disini sja tetapi harus ada kegiatan lanjutan baik sebagai pribadi guru sendiri maupun kegiatan tingkat sekolah melalui wadah MGMP untuk menyusun Perencanaan Pembelajaran Mendalam (PPR) dan menerapkan langsung pembelajaran mendalam kepada peserta didik dikelas

“Harapan saya terhadap kegiatan pelatihan ini kedepan bahwa kegiatan seperti ini tidak cukup satu hari saja bisa 2 atau 3 hari. Karena selain konsep yang kita dapatkan guru harus mencoba menyusun PPM secara kelompok menurut mapel masing-masih setelah itu mencoba untuk mempraktikkan dalam bentuk simulasi ajar” urainya.

Menurut Anastasia, sekolah ataupun Dinas selalu mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini apalgi kegiatan peningkatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan dengan memanfaatkan IT yang ada. Sekolah atau Dinas selalu antusias atau tanggap terhadap kegiatan peningkatan mutu guru seperti ini.

“Kadang kegiatan seperti ini atas inisiatif sendiri para Kepsek atau guru yang ingin berbenah dan berubah terhadap hal baru dengan berbasis IT” pungkasnya.