Nagekeo, FloresFiles— Kampus Institut Nasional Flores (INF) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar wisuda perdana yang diselenggarakan di aula Setda Nagekeo, Kamis 27 November 2025. Wisuda angkatan pertama ini meluluskan 36 sarjana dari tiga program studi (Prodi) yakni
Pertanian, Peternakan dan Perikanan.
Rektor Institut Nasional Flores Dr. Yohanes Fredianus Kasi, S.Si, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda perdana ini merupakan tonggak penting bagi perjalanan kampus. Ia menegaskan bahwa para lulusan merupakan bukti keseriusan kampus dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu.
Sebagai kampus pendatang baru ibaratnya anak usia 5 tahun yaitu akan mengalami perkembangan pesat di berbagai aspek diantaranya pertama, fisik menjadi lebih lincah seperti berlari dan melompat yang pastinya tetap membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk Yayasan Flores Mentari, pemerintah mulai dari daerah sampai pusat dan stakeholder lainnya.
Kedua, kemampuan kognitif anak mulai memahami konsep dan aturan (mutu INF, ke depan pastinya akan lebih baik, INF pasti akan lebih banyak memahami semua aspek dalam pengelolaan perguruan tinggi. Selanjutnya, kemampuan sosial anak semakin mandiri dan bisa berinteraksi dengan teman lainnya (INF akan semakin mandiri dan membuka diri bersama teman PT lainnya agar berdampak bagi masyarakat) untuk itu kami tetap terus melakukan komunikasi dengan kampus-kampus senior lainnya.
“Untuk itu saya berterimakasih kepada Unipa, Citra Bakti, Politeknik Cristo Re, Stikes St. Elisabeth Maumere dan beberapa kampus di flores lainnya yang selain kerjasama juga banyak hal positif yang dibagikan kepada kami selama ini” ungkapnya.
Mahasiswa Berprestasi
Ia mengatakan, suatu kebanggaan lain bagi INF yaitu 2 alumni berprestasi INF yang di wisudakan hari ini sekaligus akan mendengarkan berita atau hasil seleksi Beasiswa LPDP yang sesuai jadwal akan diumumkan hari ini tanggal 27 November 2025. Mohon Doa kita semua agar anak-anak kita bisa lulus dan melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) dan kembali mengabdi ke INF dan daerah Nagekeo.
Ia menyebut, sebagai informasi ke 2 orang mahasiswa ini waktu itu mengikuti seleksi menggunakan Surat Keterangan Lulus karena ditanggal mereka ujian skripsi 31 Juli 2025, tanggal itu juga batas akhir pendaftaran LPDP.
“Untuk itu, Saya mewakili lembaga juga berterimakasih kepada kepala KPPN Ende bapak Yulius atas kesediaannya memberikan ruangan, laptop/komputer serta jaringan wifi sehingga anak-anak kami bisa mengikuti seleksi di sana’ pintanya.
Selain itu, 4 alumni lainnya (Putri, Mey, Yolan dan Anastasia) akan mengikuti seleksi Wedu’s Income Sharing Agreement (ISA) Programme dari Yayasan Wedu yang berasal dari Thailand yaitu sebuah program Perjanjian Bagi Hasil Pendapatan (ISA) menawarkan solusi berkelanjutan untuk pembiayaan pendidikan tinggi.
“Model ini memungkinkan perempuan di Asia Selatan dan Tenggara untuk mengakses pendidikan tinggi dengan menawarkan pendanaan di muka dengan imbalan persentase tertentu dari pendapatan mereka di masa mendatang” katanya.
Setelah menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan pekerjaan, anggota ISA menyumbangkan sebagian pendapatan mereka selama periode tertentu.
Kontribusi ini kemudian diinvestasikan kembali untuk mendanai pendidikan perempuan lainnya, menciptakan kumpulan pendanaan siklus untuk perempuan, oleh perempuan (kontrak untuk 2 orang) dgn rata-rata per tahun Rp 85 juta.
Optimis Tetap Eksis
Institut Nasional Flores (INF) merupakan kampus swasta di bawah naungan Yayasan Flores Mentari. Ketua Yayasan Flores Mentari Benediktus Pao mengatakan, kehadiran INF di bumi Nagekeo sesuai dengan ekosistem daerah Pertanian, Perikanan dan Peternakan.
“Untuk itu masyarakat dan pemerintah Nagekeo. Mari kita bergandengan tangan membangun tanah ini. Karena Yang sudah lahir tak boleh mati, yang sudah datang tak boleh kembali” harapnya.
Menurutnya, saat ini, dunia pendidikan sedang mengalami banyak krisis. Krisis moral, terjadi penyimpangan dimana mana; krisis karakter, guru serba salah; krisis integritas guru dan murid kehilangan jati diri dan krisis ekonomi karena efisiensi.
Untuk itu membangun pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama Yayasan Flores Mentari, sebagai Badan Penyelenggara Institut Nasional Flores akan terus berbenah diri dan menghantar Institut Nasional Flores menjadi Perguruan Tinggi yang maju dan modern, dan dalam kurung waktu 20 tahun mendatang (2045) menjadi Perguruan Tinggi terkemuka di Asean.
Dukungan Pemda
Bupati Nagekeo Simplisius Donatus mengatakan, sebagaimana kita ketahui, Institut Nasional Flores hadir dengan orientasi kuat pada teknologi rekayasa pangan dan pertanian terpadu, sebagai upaya menjawab isu besar yang kita hadapi bersama, yakni kerawanan pangan serta tantangan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nagekeo.
“Kehadiran lembaga pendidikan tinggi yang fokus pada sektor-sektor strategis ini merupakan harapan besar bagi transformasi Nagekeo menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing yang berlandaskan iman dan budaya” ujar Bupati
Bupati berpesan kepada para wisudawan-wisudawati, hari ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari babak baru kehidupan kalian. Ilmu yang kalian peroleh di ruang kuliah tidak boleh berhenti di dalam gedung ini. Jangan tinggalkan ilmu yang kalian dapatkan di ruangan ini, tetapi bawalah sebagai bekal berharga dalam perjalanan hidup dan pengabdian kalian ke depan.
“Masyarakat menunggu karya kalian, daerah ini menunggu terobosan kalian, dan bangsa ini menantikan kontribusi terbaik dari putra-putri Nagekeo” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Nagekeo Yohanes Siga mengatakan, pelaksanaan wisuda bukanlah akhir, tetapi permulaan tanggung jawab baru. Gelar akademik yang telah saudara raih hendaknya menjadi bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat,
Politisi Gerindra ini menjelaskan, Kabupaten Nagekeo dan wilayah Flores pada umumnya membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, kreatif, berintegritas, dan siap bersaing dalam berbagai bidang.
“Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Nagekeo terus berupaya mendorong peningkatan mutu pendidikan, pembangunan ekonomi, serta penciptaan lapangan kerja” pungkasnya.











