Pameran HUT NTT ke 67 di Nagekeo Jadi Ajang Kampanye Melawan Kekerasan Anak dan Perempuan

Parade budaya Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo pada pembukaan Pameran HUT NTT ke 67 di Mbay, Photo dok: Sevrin

Nagekeo, FloresFiles.com— Mbay ibukota Kabupaten Nagekeo terpilih menjadi salah satu dari 12 titik lokasi pameran dalam rangka HUT provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke 67 tahun 2025. Pameran dengan tema NTT Berjaya UMKM Berdaya itu melibatkan pelaku UMKM dari tiga Kabupaten yakni Ende, Nagekeo dan Kabupaten Ngada.

Kegiatan yang akan berlangsung selama 4 hari sejak Rabu 16 Desember sampai dengan Sabtu 20 Desember 2025 berlangsung semarak. Pameran yang dipusatkan di Lapangan Berdikari Danga tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan NTT dan Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada pada Rabu 16 Desember sore.

Sebelum acara seremonial pembukaan, dilakukan parade budaya oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Nagekeo. Masing-masing rombongan membawa serta plakat tulisan yang relevan dengan kinerja OPD termasuk dinas Sosial Kabupaten Nagekeo yang membawa plakat tulisan stop kekerasan terhadap anak, stop pasing, stop KDRT sebagai media kampanye melawan kekerasan anak dan perempuan.

Saat ini, kasus kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Nagekeo sudah masuk fase darurat. Sepanjang tahun 2025 Kepolisian Resort Nagekeo menerima laporan kasus tersebut sebanyak 36 kasus mulai dari pelecehan, pencabulan, pemerkosaan, perundungan hingga KDRT. Momentum pembukaan pameran tersebut menjadi ajang kampanye menolak kekerasan anak dan perempuan.

Maria Anjelina Adriana Sekke Wea dalam sambutannya mengatakan kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah pelanggaran hak asasi manusia yang tidak bisa dibiarkan. Kekerasan dapat menghancurkan masa depan mereka, mengambil rasa percaya diri mereka, dan meninggalkan luka yang mendalam, baik fisik maupun emosional.

“Penting untuk kita ingat bahwa kekerasan bukanlah budaya, bukanlah tradisi, dan bukan pula norma yang bisa diterima begitu saja. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendidik generasi mendatang, untuk menjadikan Nagekeo tempat yang lebih aman bagi perempuan dan anak-anak.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama memperjuangkan hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak lagi menjadi bagian dari kehidupan kita” ajak Anjelina.

Kekerasan kata Dia, bisa terjadi dimana saja, di lingkungan yang dekat dengan kita bahkan di dalam rumah kita sendiri. Kekerasan juga beragam bentuknya, bukan hanya yang melibatkan fisik semata, namun juga dapat berbentuk kekerasan psikologis hingga seksual.

“Untuk itu saya mengajak kepada para warga masyarakat Nagekeo untuk peduli terhadap satu sama lain, karena setiap perempuan dan anak berhak hidup dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan penghormatan” tuturnya.

Jangan Takut Melapor 

Menurut Anjelina, tanpa rasa aman, bagaimana seorang ibu bisa mendidik generasi masa depan dengan baik dan begitupun juga tanpa rasa aman, bagaimana seorang anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berprestasi.

“Sekali lagi saya mengajak kita semua untuk berperan aktif dalam menghentikan kekerasan dengan: Jangan ragu melaporkan jika melihat atau mengetahui adanya kekerasan” pesannya.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak boleh membiarkan pelaku merasa bebas melakukan kekerasan. Masyarakat semua diharapkan untuk peduli melindungi anak-anak kita dari kata-kata kasar, bentakan, atau tindakan yang melukai fisik maupun mental mereka, karena anak-anak adalah investasi terbaik untuk masa depan kita.

“Cegah kekerasan dalam rumah tangga, mari Jadikan rumah tempat yang damai, Istana bagi anak anak kita, bukan tempat yang penuh dengan ketakutan” pinta Angelina.

Ia mengajak semua pihak untuk menolak segala bentuk kekerasan pada anak dan perempuan dan berkomitmen bersama-sama antara pemerintah, legislatif, media, masyarakat dan organisasi masyarakat untuk melakukan upaya-upaya holistik dan terpadu dari tahapan pencegahan, perlindungan, promosi, penegakan hukum dan rehabilitasi serta reintegrasi korban kekerasan termasuk perdagangan orang.

“Hentikan kekerasan, lindungi perempuan dan anak, mati wujudkan Nagekeo yang lebih aman, nyaman dan adil untuk anak dan perempuan serta kita semua” pungkasnya.