Nagekeo, FloresFiles— Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, NTT merayakan hari jadinya yang ke-25 sebagai momentum rasa syukur dan reflektif untuk meneguhkan kembali partisipasi masyarakat dalam pembangunan dana kehidupan berdesa.
Perayaan ulang tahun yang diwarnai dengan aneka kegiatan seperti perlombaan dan olahraga antar sekolah, antar siswa hingga masyarakat ini ditutup dengan upacara misa syukur yang digelar di kantor Desa Tendakinde, Senin 5 Januari 2026.
Perayaan yang digelar khidmat ini dihadiri dihadiri urusan Keuskupan Agung Ende, utusan Bupati Nagekeo, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Nagekeo, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, serta warga dari berbagai dusun hingga RT se Desa Tendakinde dan sekitarnya.
Kepala Desa Tendakinde Petrus Florianus Mesa Dae dalam sambutannya mengatakan, usia 25 tahun bukan sekadar angka, melainkan cermin perjalanan kolektif masyarakat Desa Tendakinde dalam membangun kehidupan berdesa. Ia menekankan bahwa kemajuan desa tidak lahir dari kerja pemerintah semata, tetapi dari keterlibatan aktif seluruh warga.
“Selain mendoakan serta mengenang jasa para pendahulu perayaan ulang tahun yang ke 25 ini juga merupakan momentum refleksi bukan hanya untuk saya sebagai Kepala Desa saja akan tetapi semua masyarakat sehingga bisa berpartisipasi dalam kehidupan berdesa” ujar Mesa Dae.
Menurut Dia, sejak berdiri pada tanggal 24 September tahun 2000 silam, sudah begitu banyak capaian-capaian positif yang sudah dilakukan oleh para pemimpin terdahulu, akan tetapi hal-hal baik itu harus tetapi dibenahi yakni peran aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan di Desa.
Dengan begitu, Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan ulang tahun desa sebagai ruang evaluasi bersama menimbang apa yang telah dicapai dan apa yang masih perlu dibenahi ke depan, terutama dalam mendorong keterlibatan generasi muda dan perempuan dalam proses pembangunan desa.
Romo Asterius Lado dalam homilinya mengatakan perayaan syukur adalah momentum pembaharuan hidup dengan target jelas, karena itu masyarakat diminta untuk menjadikan momentum perayaan ulang tahun yang ke 25 ini sumber inspirasi.
Spirit pembangunan Indonesia adalah partisipatif, maka jadikanlah kebersamaan sebagai spirit membangun Desa” pesan Romo Asterius
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Shafar Laga Rema, mengajak masyarakat Desa Tendakinde untuk tidak memaknai peringatan ulang tahun desa sebatas seremoni, melainkan sebagai momentum refleksi, evaluasi, dan penguatan arah pembangunan desa ke depan.
“Momentum Ulang tahun ke-25 ini harus menjadi titik tolak untuk memperkuat persatuan, meningkatkan produktivitas, serta menjaga dan merawat nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas kita bersama” ungkapnya.











