Maumere, FloresFiles- Ketua Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) Maumere, Suster Fransiska Imakulata SSpS, mengungkapkan adanya miskomunikasi terkait agenda kunjungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Awalnya, kunjungan tersebut hanya disebut sebagai silaturahmi, namun ternyata berujung pada penjemputan para LC yang diduga menjadi korban TPPO pada Senin (23/2/2026).
Suster Fransiska menjelaskan bahwa pihaknya sempat meminta agar rencana penjemputan tersebut dipertimbangkan kembali.
Hal ini dilakukan untuk menghindari terganggunya proses hukum yang sedang berjalan di Polres Sikka. TRUK-F khawatir, pengalaman kasus-kasus sebelumnya yang mangkrak akan terulang kembali.
“Tadi itu kan Gubernur sudah tiba di sini, lalu rencana untuk menjemput mereka ini kan sebelumnya sudah terdengar, tapi ketika kami konfirmasi secara pribadi kan beliau bilang hanya mengunjungi,” jelas Suster Fransiska.
“Saya sempat terkejut, karena sebelumnya saat dikonfirmasi pribadi, Gubernur bilang hanya mengunjungi” imbuhnya.
Suster Ika menjelaskan, agar di pertimbangkan kembali karena pertimbangan lagi dalam proses hukum yang sedang berjalan.
“Saya sudah jelaskan melalui pesan singkat agar dipertimbangkan lagi karena proses hukum sedang berjalan. Mereka bilang ‘Siap Ibu’, tapi ternyata hari ini langsung dijemput,” tambahnya.
Suster Ika menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada pihak Pemprov Jabar dan meminta agar rencana penjemputan dipertimbangkan kembali. Namun, pada akhirnya, TRUK-F Maumere menyetujui penyerahan para korban setelah adanya komitmen tertulis.
Komitmen tertulis ini berisi jaminan dari Pemprov Jabar bahwa mereka akan tetap mendukung proses hukum yang sedang berjalan dan tidak akan melakukan tindakan yang dapat menghambat penyidikan. Selain itu, Pemprov Jabar juga berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pendampingan kepada para korban setelah mereka kembali ke Jawa Barat.
“Kami akhirnya menyetujui penyerahan para korban setelah adanya komitmen tertulis dari Pemprov Jabar. Kami berharap, komitmen ini dapat ditepati dan proses hukum dapat berjalan dengan lancar,” ujar Suster Ika. ( Irma Rose )











