SIKKA, FloresFiles – Suasana haru dan ketegangan menyelimuti Pengadilan Negeri saat sidang perdana kasus pembunuhan tragis yang menimpa Stefania Trisantinoni, atau yang akrab disapa Noni, digelar pada Senin (27/04/2026).
Di hadapan awak media, Ibunda almarhumah, Maria Yohana Nona, menyampaikan pesan mendalam yang menyayat hati sekaligus menuntut keadilan bagi putri tercintanya.
Darah Akan Menuntut
Dengan suara bergetar, Maria meminta pelaku berinisial R (Rovin) untuk tidak menutupi kebenaran. Ia meyakini bahwa kejahatan tidak akan pernah bisa disembunyikan selamanya.
“Kau harus omong sejujur-jujurnya, karena darah itu mengalir dan akan menuntut sampai kapanpun. Bukan hanya hari ini saja, jadi kau harus jujur,” ucap Maria dengan nada tegas.
Meski sempat terbawa emosi hingga mendapat teguran dari hakim karena pelaku masih dikategorikan di bawah umur, Maria segera menyampaikan permohonan maafnya.
Baginya, tekanan tersebut semata-mata muncul karena R adalah saksi kunci sekaligus penyebab hilangnya nyawa sang buah hati.
Misteri Anggota Tubuh yang Hilang
Hal yang paling memilukan bagi keluarga adalah kondisi jenazah Noni saat dipulangkan. Maria mengungkapkan bahwa tubuh putrinya kembali dalam keadaan yang tidak utuh. Ia pun memohon agar pelaku mengembalikan bagian tubuh sang buah hati yang hilang.
“setelah anak saya pulang, tanpa pakaian, tanpa busana, tanpa jarinya satu tidak ada, rambutnya tidak ada, HP tidak ada. Itu yang tahu kamu (pelaku). Jadi tolong kembalikan supaya saya jangan berlarut-larut berduka,” pintanya dengan penuh harap.
Dugaan Keterlibatan Pihak Lain
Lebih lanjut, Maria meragukan jika pelaku yang masih remaja mampu melakukan tindakan sekeji dan “serapi” itu sendirian. Ia menduga ada peran orang tua pelaku dalam upaya menyembunyikan bukti-bukti atau anggota tubuh korban.
“Saya tidak yakin bahwa Rovin yang menyembunyikan semua, pasti itu orang tuanya. Tidak mungkin anak sekecil itu bisa melakukannya sedemikian rapinya,” pungkas Maria.
Keluarga korban kini hanya berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku bersedia membuka tabir kegelapan yang selama ini menyelimuti kasus kematian Noni agar mereka bisa mendapatkan ketenangan. (Irma Rose)











