Nagekeo, FloresFiles-– Fastpay kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas mitra loket di daerah melalui penyelenggaraan workshop bertajuk “Biar Loketmu Jadi Andalan Transfer & Tarik Tunai” yang digelar di Pantai Nagadhero-Mbay, Nagekeo, pada 12 April 2026.
Workshop tersebut tidak terlepas dari peran Area manager Fastpay di Flores Timur dan Nagekeo yang memberikan arahan terkait pengembangan bisnis agen Fastpay. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas mitra loket dalam menghadirkan layanan transfer dan tarik tunai yang lebih cepat, aman, dan dipercaya masyarakat sekitar.
Mengusung tema “Belajar Layani Transfer & Tarik Tunai Lebih Cepat & Aman”, workshop ini dirancang tidak hanya sebagai ruang pembelajaran teknis, tetapi juga sebagai wadah penguatan kapasitas mitra dalam membangun layanan yang profesional dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Di tengah kebutuhan transaksi keuangan yang terus berkembang, keberadaan loket yang dekat, mudah dijangkau, dan dipercaya warga menjadi semakin penting, khususnya di daerah.
Workshop ini dihadiri oleh 70 mitra binaan dari Nagekeo dan beberapa daerah di NTT lainnya. Mitra binaan tersebut merupakan mitra binaan dari loket Fastpay Do Hawu yang telah berhasil dapatkan omset sekitar 70-100 juta di setiap bulannya. Para mitra disini juga saling berbagi cerita dan pengalaman seputar pengembangan bisnis agen mereka.
Sebagai platform layanan keagenan digital, Fastpay melihat bahwa loket bukan lagi sekadar tempat pembayaran, tetapi memiliki potensi untuk berkembang menjadi titik layanan keuangan harian yang berperan langsung dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui workshop ini, para mitra dibekali pemahaman yang lebih mendalam tentang alur layanan transfer dan tarik tunai, standar pelayanan yang aman, serta pentingnya membangun kepercayaan pelanggan dalam setiap transaksi.
Workshop ini menghadirkan dua pemateri utama, yakni Riet Ekaputri Lamuri, S.Psi, selaku Area Manager Fastpay Nagekeo, dan Yones Ekaputra Lamuri, S.IP, selaku Area Manager Fastpay Flores Timur. Keduanya membagikan materi dan pengalaman lapangan terkait pengelolaan layanan transfer dan tarik tunai, mulai dari aspek operasional, kecepatan pelayanan, ketepatan proses transaksi, hingga cara membangun loket yang dapat diandalkan masyarakat setempat.
Riet Ekaputri sebagai salah satu pemateri mengatakan bahwa workshop ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan mitra loket dalam memberikan layanan yang semakin dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, layanan transfer dan tarik tunai bukan hanya soal menyelesaikan transaksi, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan yang datang ke loket.
“Loket yang dipercaya masyarakat adalah loket yang tidak hanya cepat melayani, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dalam setiap transaksi. Karena itu, penguatan pemahaman dan kesiapan mitra menjadi sangat penting agar mereka bisa berkembang menjadi andalan warga di sekitarnya,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan YonesEkaputra, yang menegaskan bahwa loket memiliki peluang besar untuk tumbuh ketika mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, semakin tinggi kualitas layanan yang dimiliki sebuah loket, maka semakin besar pula peluang loket tersebut menjadi pusat transaksi yang dibutuhkan warga.
“Ketika sebuah loket hadir sebagai solusi yang dekat, cepat, dan mudah dijangkau, maka loket itu akan punya nilai lebih di mata masyarakat. Inilah yang ingin terus kami dorong, agar mitra bukan hanya menjalankan layanan, tetapi juga membangun kepercayaan dan keberlanjutan usahanya,” kata Jones.
Dalam kesempatan yang sama, Febri Royatul, Manager Fastpay menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan nyata dari Fastpay pusat terhadap tim dan mitra di daerah yang terus bergerak mengembangkan layanan di lapangan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas pengawalan intensif yang dilakukan tim di daerah dalam memperkuat mitra loket. Fastpay pusat pun siap memberikan dukungan agar pengembangan layanan transfer dan tarik tunai di lapangan dapat berjalan lebih maksimal,” imbuh Manager Fastpay.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan ekosistem layanan Fastpay tidak hanya bertumpu pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada pengawalan yang konsisten dari tim daerah yang memahami kebutuhan pasar lokal secara langsung. Dengan dukungan pusat dan pendampingan yang terus berjalan, Fastpay optimis loket-loket mitranya dapat semakin berkembang menjadi pilar layanan transaksi yang kuat di berbagai wilayah.
Melalui workshop di Nagekeo ini pula, Fastpay ingin memperkuat peran mitra loket sebagai bagian penting dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat. Kehadiran loket yang mampu melayani transfer dan tarik tunai dengan baik diharapkan dapat memberi dampak nyata, baik dalam hal kemudahan akses transaksi bagi warga maupun dalam membuka peluang pertumbuhan usaha.
Kedepannya Fastpay akan terus mendorong program edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas mitra di berbagai daerah agar semakin banyak loket lokal yang tumbuh menjadi pusat layanan yang profesional, dipercaya, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.









