Sikka, FloresFiles – Sejumlah kejanggalan kembali diungkap oleh Tim Kuasa Hukum keluarga korban STN. Kali ini, sorotan utama tertuju pada hilangnya pakaian korban dan ketidakkonsistenan keterangan terkait perpindahan jasad dari lokasi batu besar menuju tempat penemuan jenazah.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Victor Nekur, SH, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (14/4/2026) malam. Menurutnya, ada banyak hal yang sulit diterima secara logika namun terkendala oleh keterbatasan akses dalam penyelidikan.
“Saya ikuti persis di batu besar ke TKP penemuan jasad. Begitu susahnya medan untuk melintas di lokasi tersebut, apalagi yang dilakoni oleh dua orang mengangkat beban berat. Bagi saya ini agak meragukan, tapi kita tidak punya bukti kuat apakah benar diangkut dua atau tidak,” ungkap Victor.
Lebih jauh, Victor menyoroti pertanyaan krusial yang diajukan kepada anak pelaku terkait keberadaan pakaian korban. Menurut keterangan, celana dalam dan luar korban dilepas di area dapur, namun pelaku mengaku tidak tahu di mana barang bukti tersebut akhirnya disimpan atau diamankan.
“Kami pulang dari rekonstruksi, saya sempat tanya langsung: ‘Dimana celana dalam dan celana luar korban kamu simpan dimana?’. Ternyata dia tidak tahu. Anak pelaku tidak bisa menjawab ini bagaimana,” tegasnya.
Padahal celana dalam korban dan celana luar korban itu dilepas di dapur, tapi dia bilang pulang tidak lagi memperhatikan itu.
“Pertanyaannya, siapa yang mengamankan barang ini? Jadi ngambang. Hal-hal ini mengganjal di hati dan pikiran kami,” tambahnya.
Kondisi serupa juga terjadi pada baju korban. Berdasarkan keterangan, baju tersebut dibuang ke arah utara lokasi kejadian. Padahal, paginya keluarga korban sudah melakukan pencarian di area tersebut namun hasilnya nihil.
“Baju korban sendiri pada saat rekonstruksi disebutkan dibuang sebelah utara. Padahal paginya keluarga korban sudah ada di sekitar itu untuk mencari, masa baju tidak ditemukan? Dia hanya menyampaikan itu dan tidak ada bukti yang membantah atau menguatkan,” jelas Victor.
Di akhir keterangannya, Victor mengaku bahwa pihaknya sudah bekerja maksimal. Namun, upaya tersebut terkendala oleh keterbatasan ruang gerak untuk masuk ke wilayah pemeriksaan, terutama area yang sudah dipasang police line.
“Kami kuasa hukum sudah maksimal mencari itu, tapi kita punya keterbatasan ruang masuk ke wilayah itu, apalagi wilayah police line. Mau bagaimana lagi, banyak hal yang ingin kami gali namun terkendala akses,” pungkas Victor Neur. ( Irma Rose )









