Guru dan Siswa SMPN Nuba Arat Sikka Gelar Aksi Demo Tuntut Kepala Sekolah Diganti 

Siswa SMPN di Kabupaten SIKKA Demo minta Kepala Sekolah diganti, Photo dok: Irma

Sikka, FloresFiles— Ratusan siswa di SMP Negeri Nuba Arat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (16/4/2026) pagi, menuntut pergantian kepala sekolah. Aksi yang berlangsung di lingkungan sekolah itu turut memicu ketegangan, bahkan berujung pada penyegelan ruang kepala sekolah oleh para guru sebagai bentuk protes.

Imbas dari aksi ini, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk siswa kelas VII dan VIII lumpuh total. Meski demikian, pihak sekolah memastikan siswa kelas IX tetap dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) sesuai jadwal.

Pantauan di lokasi menunjukkan pintu ruang kepala sekolah dipalang menggunakan bilah bambu. Di depan ruangan, terbentang spanduk putih berisi kecaman keras. Beberapa poin tuntutan yang tertulis di antaranya:

“Dinas PKO Kabupaten Sikka mohon dengarkan jeritan kami” “Bergita Tati De Rosari gagal menjalankan amanah sebagai kepala sekolah. Mundur sekarang juga!” demikian spanduk yang dibawakan para siswa.

Aksi ini pun mendapat simpati dari para siswa. Sejumlah murid bahkan turut membentangkan spanduk penolakan di gerbang sekolah sebagai bentuk dukungan kepada para guru.

Perwakilan guru SMPN Nuba Arat, Albert Nong Nukak, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan akumulasi dari tekanan psikologis yang dialami para pengajar. Ia menuding pernyataan Kepala Sekolah sering kali mengandung ancaman dan intimidasi.

“Kami mengalami trauma psikologis. Kepala Sekolah sering menyampaikan kemarahan yang luar biasa dengan kalimat-kalimat seperti ‘saya mau bunuh saja orang’ di hadapan guru dan tenaga pendidik. Ada juga ancaman menyeret guru ke polisi,” ujar Albert kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa penyegelan ini adalah sikap bersama para guru yang menuntut pergantian pimpinan.

“Kami meminta langkah tegas dari Dinas PKO Sikka. Kepala Sekolah harus segera diganti. Selama belum diganti, palang pintu ini tidak akan kami buka,” tegasnya.

Respons Kepala Sekolah dan Dinas PKO

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kepala SMPN Nuba Arat, Bergita Tati De Rosari, enggan memberikan keterangan lebih jauh mengenai tuduhan tersebut.

“Kemarin kami sudah sepakat konfirmasi kasus hanya lewat Pak Kadis. Nanti beliau akan klarifikasi bersama media. Epan gawan (terima kasih) untuk pengertiannya,” tulis Bergita singkat.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekolah masih terpantau tegang. Para guru dan staf masih menunggu kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, yang dijadwalkan akan mengunjungi sekolah guna memediasi konflik tersebut. (Irma Rose)