Ketua Komisi lll DPRD Nagekeo dan Wartawan Akhiri Polemik “Pers Lapar”

Foto bersama Ketua Komisi lll DPRD Nagekeo Odorikus Goa Owa dan awak media di Nagekeo, Photo dok: Flores Files

Nagekeo, FloresFiles– Ketua Komisi lll DPRD Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Odorikus Goa Owa bersama sejumlah awak media bersepakat mengakhiri polemik ungkapan “Pers Lapar” oleh Odorikus.

Setelah sempat memicu reaksi keras dan kecaman dari berbagai kalangan, kedua pihak memilih duduk bersama, mengedepankan dialog, dan sepakat mengakhiri ketegangan demi menjaga hubungan kemitraan yang sehat antara legislatif dan insan pers.

Penyelesaian itu ditandai dengan penyampaian permintaan maaf secara terbuka dari anggota Odorikus Goa Owa yang sebelumnya menuai kecaman, sekaligus menjadi langkah awal meredakan ketegangan dan memulihkan hubungan antara legislatif dan insan pers di Nagekeo.

“Secara pribadi saya menyampaikan permohonan maaf atas ungkapan tersebut, dari hati yang paling dalam, saya tidak punya niat untuk menyinggung perasaan teman-teman” ungkap Odorikus saat bersama awak media, Jumat 1 Mei 2026.

Di hadapan awak media, politisi PKB ini mengaku kekhilafan atas ungkapan yang telah menuai polemik tersebut. Ia berjanji, ke depan akan terus menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan awak media baik sebagai pribadi maupun dalam kapasitas sebagai pejabat publik.

“Ke depan semoga hubungan kemitraan kita tetap terjalin dengan baik, saya mengapresiasi kerja-kerja pers sebagai pilar ke empat Demokrasi” katanya.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruannya manyampaikan hak jawab dan hak koreksi yang disampaikan ke media berbeda terhadap karya jurnalistik yang dipublikasikan sebelumnya.

Dalam upaya mediasi bernuansa kekeluargaan itu, seluruh awak media bersepakat untuk menyudahi polemik, saling menerima kenyataan.

Ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo Dony Moni mengatakan dengan adanya pengakuan dan klarifikasi tersebut, insan pers bersepakat untuk mengakhiri polemik terkait ungkapan Pers Lapar demi memulihkan hubungan kemitraan antara Ketua Komisi lll DPRD Nagekeo dengan awak media.

“Terkait dengan ungkapan itu kita bersepakat untuk akhiri demi merajut kembali kemitraan antara insan pers dan DPRD” katanya.

Sungguhpun begitu, Dony menegaskan, pers sebagai pilar demokrasi akan tetapi mengawal kerja-kerja pemerintah dan DPRD agar tetap berjalan pada relnya dalam membangun daerah ini.

Asal tahu saja, ungkapan Pers Lapar oleh Para bermula dari berita Viva.co.id yang menulis tentang kegiatan studi tiru DPRD Nagekeo ke Sikka dan Manggarai Timur.

“Untuk dengan pribadinya Pak Odorikus kita akhiri, tapi bukan berarti soal Studi Tiru kita akan ikuti terus, masyarakat masih menunggu hasilnya. Nanti, (wartawan Viva red-) ikuti terus itu” pungkasnya.

Adapun Wartawan yang hadir dalam upaya akhiri polemik tersebut diantaranya Patrik Meo Jawa (VoxNTT), Wilibrodus Wu No (WBN) Arton Togo (Flores Pos), Dony Moni (TVRI), James Bisara (Metro), Stefan (Detiksatu) Sevrin Waja (Viva). (Redaksi)