Maumere, FloresFiles– Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban pengeroyokan di Jalan Karel Satsuit Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, pada Kamis malam (30/4/2026) sekitar pukul 22.05 Wita. Korban mengalami luka serius akibat lemparan batu dan kini menjalani perawatan medis.
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K, melalui Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga, S.M, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban berinisial TWN (25 tahun) menegur seorang pemuda bernama HME (19 tahun) yang memarkirkan sepeda motornya sembarangan.
“Teguran tersebut justru memicu perselisihan dan pertengkaran antara korban dan HME. Situasi semakin memanas ketika teman HME, WAPB (21 tahun), datang dan melemparkan batu ke arah korban, mengenai bagian belakang kepala,” jelasnya pada jumat, 1/5/2026.
Tak hanya itu, sejumlah orang lain yang belum diketahui identitasnya juga ikut melemparkan batu ke arah korban, mengenai bagian pelipis kiri. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di pelipis.
“Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di pelipis kiri, bengkak parah di kepala bagian belakang, bengkak dan memar di pinggang kanan, serta luka lecet di tangan kanan. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis,” Ungkapnya.
Saksi sekaligus pelapor, LTP, melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Sikka pada Jumat pagi (1/5/2026). Laporan polisi tercatat dengan nomor LP/B/62/V/2026/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA Nusa Tenggara Timur.
Menanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah penyidikan, termasuk mendatangi TKP, memeriksa korban di rumah sakit, menyusun berkas laporan, dan mengajukan permohonan visum et repertum. Penyidik juga telah memeriksa keterangan dari korban dan saksi kejadian.
Hingga saat ini, kepolisian masih terus menelusuri identitas para pelaku lain yang belum diketahui dan memproses kedua terlapor yang telah teridentifikasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ( Irma Rose )









