Nagekeo, FloresFiles— Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memantapkan langkah dalam percepatan pembangunan bandara sebagai salah satu proyek strategis daerah dalam rangka memudahkan akses transportasi bagi masyarakat untuk bepergian ke luar daerah.
Upaya tersebut dilakukan Pemkab Nagekeo melalui penguatan koordinasi lintas sektor, baik di tingkat daerah maupun dengan pemerintah pusat bahkan membangun komunikasi dengan perusahaan maskapai penerbangan.
Sebagai langkah awal, Pemkab Nagekeo melalui instansi terkait akan segera melakukan revitalisasi eks bandara Jepang berada di Desa Tonggorambang, Kecamatan Aesesa. Lokasi tersebut pun merupakan lahan milik Pemkab Nagekeo yang sudah bersertifikat yang mana diperuntukkan untuk membangun bandara.
“Langkah pertama yang paling realistis adalah revitalisasi bandara eks Jepang sebagai langkah awal pembangunan Bandara Surabaya 2 Mbay selanjutnya” ujar Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada saat meninjau lokasi bandara belum lama ini.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui instansi terkait kata Gonzalo, akan menyiapkan fasilitas dasar kebandaraan seperti pemadatan run way, jalan masuk ke terminal Bandara sebelum mengajukan pembukaan rute perdana Kupang-Mbay.
“Itu berarti syarat dan dokumen perijinan paralel dipersiapkan,” katanya.
Kehadiran fasilitas bandara, memang sudah dirindukan oleh masyarakat Nagekeo sejak lama, sebab pembangunan bandara merupakan kebutuhan mendesak untuk mendukung konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Harapannya, pembangunan bandara dapat segera memasuki tahap implementasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Dengan komitmen itu, diharapkan wacana pembangunan bandara dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang membuka akses lebih luas bagi sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi.
Uji Coba Pesawat Perintis
Dalam rangka mempercepat, realisasi revitalisasi bekas bandara Jepang, Pemkab Nagekeo berkolaborasi dengan beberapa tokoh diaspora Nagekeo-Jakarta yang memiliki koleksi dan jaringan di dunia kedirgantaraan yang kemudian berinisiatif membentuk tim Akselarasi pembangunan bandara.
Tim ini dibawah komando, Justino Djogo Dja salah satu putera asal Nangaroro yang lama menetap di Jakarta. Justino dikenal memiliki relasi di tingkat Nasional terutama kedekatannya dengan Ilham Habibie, putera mantan Presiden Habibie yang membesut perusahaan Habibie Aero Space.
Menurut Justino, tim akselerasi pembangunan bandara sudah menjalin komunikasi intensif dengan pihak penyedia pesawat perintis Cesna Caravan dari grup Maskapai Susi Air, milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Kepala Bidang Hubungan Internasional DPP Partai Golkar ini menyebut, pesawat perintis berpenumpang 14 sampai 15 orang ini rencananya akan beroperasi perdana sebagai batu loncatan untuk pembangunan bandara yang lebih serius ke depan.
“Sebagai pelaku aktif di industri dirgantara bersama perusahaan Grup Habibie Aero Space, kita akan berkolaborasi dengan pemda Nagekeo dalam menyukseskan pembangunan Bandara Surabaya 2 Mbay” ujar pria yang pernah mengenyam pendidikan di Austria ini.
Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menyambut baik wacana revitalisasi Bandara Surabaya 2. Ia mengatakan, Kabupaten Nagekeo dengan posisi strategis di tengah Flores akan menjadi pusat perdagangan dan lintas pariwisata mulai dari Labuan Bajo, Riung, Kelimutu, wisata religius di Larantuka, ritual perburuan paus di Lembata dan keindahan laut di Alor.
Tidak Ada Sengketa Lahan Dengan TNI
Terkait lokasi bandara yang akan dilakukan revitalisasi maupun pembangunan berkelanjutan, baik Pemkab Nagekeo maupun tim akselerasi memastikan tidak sedang bersengketa dengan pihak manapun terutama dengan lahan TNI yang berbatasan langsung dengan Bandara.
Lokasi tersebut merupakan lahan bandara milik Pemkab Nagekeo yang sudah bersertifikat dan peruntukannya pembangunan bandara. Sementara di lahan milik TNI AD saat ini sedang ada pembangunan markas Batalyon TP 834 Wakanga Mere.
Guna merealisasikan upaya revitalisasi, Pemda Nagekeo perlu mempersiapkan pemadatan run way dan jalan 1,7 km dari jalan utama menuju bandara dan terminal penumpang karena pintu lama melalui lokasi AD praktis tidak bisa dilewati.
Pemda Nagekeo akan berkolaborasi dengan TNI terkait akses ke bandara karena berbatasan langsung walaupun lahan bandara lama ini tidak memakai sedikitpun lahan TNI.
Selanjutnya, akan dipasang plang bertuliskan Bandara Surabaya 2 di gerbang masuk utama sebagai tanda keseriusan kita dan sosialisasi dan promosi.
Kemudian, bersangkutan dengan dokumen perijinan pembukaan rute mulai disiapkan paralel dengan pembangunan pemadatan runway untuk Cesna Caravan berpenumpang 12 sampai dengan 15, orang.
Persiapan ini juga sembari memantapkan komunikasi dengan penyedia pesawat Susi Air dan manajemen pengelola PT Ilthabi Rekatama, Habibie Aero Space dalam menjembatani proses ini perijinan ke Kementerian Perhubungan RI.











