Maumere, FloresFiles – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei, PAUD St. Benediktus Misir menggelar serangkaian kegiatan yang menggabungkan aspek pengembangan bakat anak dan pemberian pemahaman penting bagi orang tua murid.
Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026 ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari para murid, orang tua, pendidik, hingga tenaga ahli yang terlibat langsung dalam proses kegiatan.
Kegiatan utama yang menjadi pusat perhatian adalah perlombaan mewarnai yang diikuti oleh sejumlah anak didik PAUD.
Terlihat antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta wajah-wajah kecil itu tampak bersemangat dan fokus saat memegang alat tulis, berusaha memberikan warna terbaik pada gambar yang telah disiapkan panitia.
Tema gambar yang dipilih pun memiliki makna mendalam menampilkan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang mengenakan seragam sekolah, dengan latar belakang suasana lingkungan pendidikan.
Menurut Hubertina Afloubun, S.E., M.M., selaku pendiri sekaligus pengelola Literasi Taman Bacaan Masyarakat Misir Tengah, pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan.
“Kami sengaja memilih gambar ini agar anak-anak bisa mengasah kemampuan motorik halus mereka, sekaligus melatih daya ingat terhadap atribut dan warna seragam sekolah yang biasa mereka kenakan sehari-hari. Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap dunia pendidikan sejak usia dini,” ujarnya.
Dalam lomba ini, panitia menetapkan juara dari peringkat pertama hingga kelima sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para peserta.
Keberadaan juri yang kompeten juga menjadi jaminan penilaian yang objektif, di mana Emiliana Yulistia Polawati, S. Ars pendidik di jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK Negeri 1 Maumere turun langsung untuk menilai hasil karya anak-anak.
Tak hanya berfokus pada kegiatan bagi anak, acara ini juga menghadirkan sesi khusus bagi para orang tua murid berupa penyuluhan dan edukasi tentang pencegahan perundungan atau bullying.
Materi ini disampaikan oleh Rikardus Trofinus Tola SH, yang menekankan betapa bahayanya dampak perundungan, mulai dari gangguan kesehatan mental hingga kasus ekstrem seperti keinginan mengakhiri hidup, serta meningkatnya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan belakangan ini.
“Peran orang tua sangatlah krusial. Mereka harus peka terhadap perubahan perilaku anak-anak dan aktif mengawasi lingkungan tempat anak bergaul. Banyak kasus menyedihkan terjadi karena kurangnya pemahaman dan pengawasan dari lingkungan terdekat. Oleh karena itu, kami mengajak para orang tua untuk tidak hanya menyekolahkan anak, tetapi juga mendampingi, mendengarkan, dan melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan,” jelas Rikardus dalam penyampaian materinya.
Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca dan literasi di kalangan keluarga. Tim relawan yang terlibat dalam acara ini berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, khususnya anak-anak, dengan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas dan bermanfaat.
“Kami berharap anak-anak tidak tumbuh sendirian tanpa bimbingan. Bersama orang tua, kami akan terus berupaya memberikan edukasi dan akses bacaan yang positif demi membentuk generasi yang cerdas, sehat jiwanya, dan berkarakter mulut,” tambah Hubertina.
Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, PAUD St. Benediktus Misir membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya soal mengajar di dalam kelas, tetapi juga menyangkut pembentukan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang, baik di sekolah maupun di rumah. ( Irma Rose )











