Ruteng, FloresFiles- Ibu-ibu di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur mengikuti lomba meracik pangan lokal di halaman Kantor Camat Langke Rembong, Jumat 28 November 2025.
Lomba racik pangan lokal ini merupakan kegiatan besar yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPK) Kecamatan Langke Rembong, bertajuk Cipta Menu Bantuan Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).
Hadir pada kesempatan tersebut, Ibu Wakil Bupati Manggarai, Apolonia Ijuk sebagai Wakil Ketua TPPK Kabupaten Manggarai, Ibu Camat Langke Rembong, Yustina Gau selaku Ketua TPPK Kecamatan Langke Rembong dan Kepala Puskesmas Kota, dr. Margaretha Irmana Baung.
Turut hadir Camat Langke Rembong, Gonsa Gau beserta Sekcam dan para Lurah se Kecamatan Langke Rembong.
Kegiatan lomba tersebut juga melibatkan Tim Penilai dari Ahli Gizi Puskesmas Kota dan Puskesmas Lao.
Ahli Gizi Puskesmas Kota diwakili langsung oleh dr. Margaretha Irmana Baung, Daria Mimu dan Marselina Gaut.
Sementara Ahli Gizi Puskesmas Lao diwakili oleh Wihelmina Bons dan Ewalda Latri Oktavia.
Para Ahli Gizi ini bertugas memantau semua sajian menu lomba, mengawasi pengelolaan, serta yang paling penting memastikan kebersihan dan keamanan pada setiap menu yang diracik.
Ibu Berperan Untuk Pemenuhan Gizi
Dalam sambutannya, Ketua TPPK Kecamatan Langke Rembong, Yustina Gau mengatakan, berdasarkan kajian ilmiah bahwa untuk mendapatkan hidup sehat dan produktif, manusia memerlukan sedikitnya 45 jenis zat gizi yang harus diperoleh dari makanan dalam jumlah yang cukup, tidak kelebihan, tidak kekurangan.
Dengan mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam ini, kata Yustina, kekurangan gizi pada jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh keunggulan susunan zat gizi pada jenis makanan lain sehingga memperoleh gizi yang seimbang.
“Karena itu pola mengkonsumsi pangan merupakan perilaku penting yang dapat memenuhi gizi seseorang” ujar Yustina.
Saat ini, lanjut dia, pola konsumsi pangan masyarakat masih belum memiliki kaidah seimbang, konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan masih minim, kualitas konsumsi protein juga rendah dan masih tingginya konsumsi makanan berkadar gula tinggi.
Untuk itu, TPKK Kecamatan Langke Rembong berinisiasi untuk memanfaatkan pangan lokal menjadi sumber gizi sehingga dapat diterapkan dalam pola konsumsi sehari-hari.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan lomba racik pangan lokal dalam kegiatan Cipta Menu BBSA yang diselenggarakan hari ini.
Kegiatan lomba ini diharapkan mampu menumbuhkan minat masyarakat untuk mengolah potensi lokal menjadi pangan yang sehat, aman dan gizi.
Yustina menambahkan, dalam kegiatan lomba ini, Ibu-Ibu dari 20 Kelurahan yang ada di Kecamatan Langke Rembong mengambil peran penting untuk meracik menu pangan lokal dalam mendukung pemenuhan gizi.
“Jadi ibu-ibu mempunyai peran penting dalam kegiatan lomba ini, mereka bisa meracik menu pangan lokal untuk pemenuhan gizi” ungkap Yustina.
Sementara itu Camat Langke Rembong, Gonsa Gau dalam sambutannya juga menekankan pentingnya peran Ibu dalam pemenuhan gizi untuk keluarga.
Menurutnya, Ibu adalah penjaga kesehatan serta penggerak ekonomi keluarga, karena itu bicara soal pemenuhan gizi merupakan peran ibu yang juga dapat mendorong nilai ekonomis keluarga.
Kegiatan lomba ini, kata Camat Gonsa, dipadukan dengan peringatan Hari Ibu tanggal 2 Desember 2025 mendatang, sehingga peran ibu semakin menonjol, terutama soal pemenuhan gizi.
“Jadi lomba ini bukan hanya ajang kreativitas tetapi juga sarana untuk mendorong ibu-ibu menciptakan pemenuhan gizi” kata Camat Gonsa.
Lebih lanjut ia menyinggung soal pengelolaan pangan lokal yang dilombakan pada hari ini.
Selama ini, menurut dia masyarakat masih sangat bergantung pada beras sebagai simbol karbohidrat, padahal Kabupaten Manggarai kaya akan bahan pangan lokal, seperti, jagung, ubi, singkong, pisang, umbi-umbian, dan lain-lain.
Sehingga melalui kegiatan lomba ini ibu-ibu bisa menunjukan bahwa pangan lokal di Manggarai gizi dan sehat.
Wakil Ketua TPKK Kabupaten Manggarai, Apolonia Ijuk mengapresiasi langkah TPKK Kecamatan Langke Rembong menyelenggarakan kegiatan lomba ini.
Bagi Apolonia, lomba ini sangat berguna bagi ibu-ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan juga mencegah stunting.
“Terima kasih sudah mengundang saya kesini, saya sangat mengapresiasi langkah TPPK Kecamatan Langke Rembong, semangat untuk kita semua” kata Apolonia.
Kelurahan Pitak The Winner
Untuk diketahui, dalam perlombaan itu Kelurahan Pitak keluar sebagai The Winner atau juara 1 setelah mengantongi nilai 95, disusul Kelurahan Tenda di urutan kedua dengan nilai 94, Kelurahan Mbaumuku di urutan ketiga dengan nilai 93, dan Kelurahan Pau di urutan keempat dengan nilai 89.
Sementara Kelurahan Lawir keluar sebagai juara harapan 1 dengan nilai 88 dan Kelurahan Bangka Leda sebagai juara harapan 2 dengan 87.
Sang The Winner Kelurahan Pitak berhak mendapatkan hadiah uang Rp 1.000.000 serta piagam, sementara juara 2 yang diraih oleh Kelurahan Tenda mendapatkan hadiah Rp.750.000 serta piagam dan juara 3 Kelurahan Mbaumuku mendapatkan hadiah uang Rp 500.000 serta piagam.
Adapun kategori lomba menu utama dimenangkan Kelurahan Golo Dukal dan berhak mendapatkan voucher senilai Rp 250.000 serta piagam.
Kategori resep sayur-sayuran diraih Kelurahan Poco Mal dan berhak mendapatkan voucher Rp 250.000 serta piagam.
Sedangkan ketegori menu buah-buahan diraih Kelurahan Watu dan berhak mendapatkan voucher Rp 250.000 serta piagam.
Menurut Tim Penilai, dr. Margaretha Irmana Baung bahwa penilaian tersebut terdiri dari beberapa indikator dan beberapa aspek, seperti, jumlah porsi yang disajikan, keseimbangan menu, keanekaragaman jenis bahan dan kreativitas pengembangan resep dan pemanfaatan pangan lokal, serta kebersihan alat saji, komponen keamanan pangan.
“Itu beberapa indikator penilaiannya dan penilaian itu adalah hasil yang obyektif” kata dr. Irmana Baung. (Berto Davids)











