Lonjakan Harga Tiket Semifinal ETMC Ende Tuai Protes 

Panitia diminta jangan jadikan tiket untuk ladang bisnis

Saturminus Jawa, Photo dok; FloresFiles

Ende, FloresFiles— Lonjakan harga tiket pertandingan semifinal El Tari Memorial Cup (ETMC) di Ende memicu protes dari penonton dan pecinta sepakbola. Panitia mematok harga tiket VIP sebesar Rp. 100 dan tiket kelas ekonomi dari Rp. 20.000 menjadi Rp. 50.000.

Banyak kalangan menilai harga yang dipatok panitia terlampau tinggi dibandingkan babak-babak sebelumnya sebab kenaikannya lebih dari 100 persen.

Sejumlah pemerhati sepakbola NTT mengaku terkejut setelah mengetahui tarif masuk meningkat signifikan menjelang laga semifinal antara Persena (Nagekeo) melawan Persada (Sumba Barat Daya).

Kondisi ini dinilai membebani masyarakat, terutama para pendukung yang selama ini setia mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

Saturminus Jawa salah satu mantan Pemain Persena pada ETMC Belu, meminta Panitia penyelenggara untuk tidak menaikkan harga tiket sesuka hati, tanpa mempertimbangkan nilai dan esensi daripada ETMC digelar.

“Nilai dasar utama dari Turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) di Nusa Tenggara Timur adalah persatuan, persaudaraan, dan pembinaan karakter generasi muda NTT melalui olahraga sepak bola, jadi jangan dirusak dengan niat-niat yang tidak baik” ungkap Saturminus dalam keterangannya kepada media ini, Selasa 2 Desember 2025.

Kenaikan harga ini juga menimbulkan persepsi negatif di kalangan publik. Banyak yang mempertanyakan dasar penetapan tarif serta meminta panitia memberikan penjelasan terbuka mengenai komponen biaya dan alasan kenaikan tersebut.

Pecinta sepakbola berharap panitia ETMC Ende tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi tetap menjaga semangat kompetisi sebagai ajang persahabatan, sportivitas. ETMC NTT juga berfungsi sebagai ajang pencarian bakat bagi pemain muda potensial di NTT yang berkesempatan untuk menembus level profesional di liga nasional.

Kata Dia Penyelenggara ETMC di NTT sebagai Penggerak Ekonomi Lokal yang sering berpindah-pindah lokasi di berbagai kabupaten/kota, juga bertujuan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat setempat, termasuk sektor UMKM.

“Ketika ada kebijakan kenaikan tiket yang di nilai tidak wajar, maka kami Meminta Asprov Provinsi NTT cepat menindaklanjut kebijakan ini karena ETMC bukan ajang untuk mencari keuntungan dari harga tiket apalagi sepak bola menjadi ajang bisnis” tegas Saturminus.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan publik. Masyarakat berharap langkah evaluasi segera dilakukan agar pertandingan semifinal dan final dapat dinikmati dengan suasana sportif dan inklusif.