Ruteng, FloresFiles – Sekolah Dasar Inpres (SDI) Leda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) memanfaatkan lahan tidur di lingkungan sekolahnya untuk membudi daya tanaman pangan wortel.
Konsep ini merupakan wujud nyata keterlibatan SDI Leda menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Kepala SDI Leda, Damianus Soleman mengatakan, inisiatif membuat green school ini berawal dari instruksi Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit yang mewajibkan setiap satuan pendidikan untuk memanfaatkan lahan tidur di sekolah menjadi lahan produktif.
Pihaknya merespon instruksi tersebut dengan menanam tanaman wortel di dua lahan tidur, masing-masing terletak di samping sekolah dan di bagian atas sekolah.
Damianus berkata, pengelolaan lahan tidur ini didukung oleh sumber pendanaan dari Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahun 2025 yang mana anggaran tersebut juga dialokasikan untuk kebutuhan pembibitan maupun pembudidayaannya.
Dalam sistem pembudidayaan, pihaknya melibatkan guru dan siswa-siswi, bekerja sama untuk membersihkan lahan dan menanam wortel.
Tak hanya itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan mitra yang berkompeten dalam hal pembudidayaan.
Hal ini dilakukan agar tanaman tersebut dapat tumbuh subur dan menghasilkan wortel seperti yang diharapkan.
“Sekolah tidak bekerja sendiri, selain melibatkan guru dan siswa-siswi kami juga melibatkan mitra-mitra yang berkompeten di bidang pembudidayaan” jelas Damianus, Sabtu 6 Desember 2025.
Saat ini tanaman tersebut telah bertumbuh subur dan sedang dalam proses pemeliharaan.
Lebih lanjut Damianus mengatakan, upaya pemanfaatan lahan tidur ini tidak hanya berhenti sampai di pembudidayaan saja, ia berencana menarik minat para pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Kecamatan Langke Rembong agar tanaman wortel ini bisa dijual ke para pengelola MBG.
Ia mengaku, sudah membangun komunikasi dengan beberapa kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Kepala Dapur MBG di Langke Rembong untuk memasarkan hasil tanaman wortel ini.
Bahkan, dari hasil komunikasi itu, ada beberapa Dapur MBG yang sudah fix dan siap memesan.
“Saya sendiri selaku kepala sekolah sudah membangun komunikasi ke beberapa Dapur MBG untuk nanti kami bisa menyuplai wortel sebagai salah satu menu sayuran makanan bergizi gratis” tutur Damianus.
Ia juga membuka kesempatan seluas-luasnya untuk para pedagang di pasar agar nanti bisa membeli hasil panen wortel ini.
Ia berharap budi daya wortel ini mampu menarik minat pedagang agar bisa terjun langsung membeli hasil panen wortel, sehingga nanti bisa disuplai guna kebutuhan pemasaran.
“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya untuk para pedagang di pasar agar bisa membeli hasil panen kami” ungkap Damianus.
“Uang hasil dari pemasaran itu kami akan jadikan sebagai pendapatan asli sekolah dan akan dimasukan dalam RKAS” tambah dia.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, sangat mengapresiasi program Green School yang sedang digalakkan oleh SDI Leda ini.
Menurut dia, program Green School tidak hanya bermanfaat bagi sekolah, tetapi juga bermanfaat bagi para siswa-siswi dalam hal kegiatan pengembangan ekstra kurikuler.
Sedan berkata, esensi dari program Green School ini adalah, sekolah bisa mengalihkan perhatian anak agar lebih terbiasa dengan melakukan aktivitas, sehingga hal-hal yang berhubungan dengan ekstra kurikuler dapat dijalankan dengan baik.
“Misalnya dalam pembelajaran di kelas anak-anak mendapat materi tentang tanaman, maka pengalihan perhatiannya ada pada praktek pembudidayaan wortel ini” jelas Sedan.
Program Green School ini, lanjut dia, juga bisa disosialisaikan kepada orang tua di rumah sehingga pembimbingan anak tidak hanya berhenti di sekolah saja tetapi orang tua ikut mengambil bagian.
“Nanti saya minta pihak sekolah juga menugaskan anak-anak untuk mempraktekannya di rumah bersama orang tua, bawah dua atau tiga bibit begitu untuk mereka tanam di rumah” kata Sedan.
Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit yang dengan idenya bisa melahirkan program Green School ini.
“Beruntung kita punya bupati yang hebat yang bisa memikirkan semua aspek melalui ide-ide cemerlangnya untuk mendukung ketahanan pangan nasional” ujar Sedan.
Dalam agenda nasional, tambah Sedan, Manggarai merupakan salah satu Kabupaten yang dipilih untuk menopang ketahanan pangan nasional.
Karena itu salah satu hal praktis yang bisa dilakukan pemerintah untuk menopang ketahanan nasional ini adalah Green School, yang mana semua sekolah diwajibkan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif.
Dari segi pemasaran, sambung Sedan, pihak sekolah juga diajak untuk membangun komunikasi dengan hotel-hotel di Labuan Bajo agar hasil panen wortel nanti tidak lagi dipasarkan jauh-jauh ke luar daerah tetapi dipasarkan dekat ke Labuan Bajo.
“Kita tahu di Labuan Bajo banyak hotel dan restaurant, bukan tidak mungkin satu saat wortel juga dibutuhkan, karena itu segera bangun komunikasi untuk pemasarannya” ujarnya. (Berto Davids)











