Mbay, FloresFiles.com— Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses menyelenggarakan kegiatan pentas seni di aula serba Guna Stasi Penginanga, Kamis 18 Desember 2025.
Kegiatan yang melibatkan seluruh pelajar dari kelas Vll sampai kelas IX ini berhasil membius ratusan penonton dengan karya-karya seni spektakuler mulai dari tarian kreasi, paduan suara hingga drama musikal.
Pentas seni yang mengusung tema ‘Sinar Pancaran Seni yang Menginspirasi’, tersebut bertujuan untuk memberikan ruang dan wadah kepada para siswa mengekspresikan bakat dan talenta mereka di bidang seni sesuai dengan talenta masing-masing.
“Kegiatan pentas seni ini bukan sekadar acara hiburan semata. Di balik aula yang nyaman dan gemerlap lampu, terkandung makna yang mendalam bahwa pentas seni adalah sebagai wadah bagi para siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan potensi seni yang mereka miliki” ungkap Kepala SMPN 1 Aesesa, Paulus Niku Woda dalam sambutannya.
Para peserta silih berganti naik ke panggung mengekspresikan bakat seni mereka baik yang dibawakan oleh individu maupun per kelompok. Sebagai kegiatan kurikuler, pentas seni tersebut dirancang untuk melengkapi pembelajaran di kelas, memberikan pengalaman praktis, dan mengajarkan keterampilan hidup.
Pesan tersirat yang harus dipetik oleh siswa dari kegiatan tersebut diantaranya kerja sama tim, disiplin, dan rasa percaya diri,tanggungjawab dan nilai edukasi lainnya yan g boleh didapatkan oleh anak anak kita di bangku Pendidikan ini. “Kami sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi para siswa dalam mempersiapkan penampilan mereka” ungkap Paulus.
Guru Kreatif, Siswa Berprestasi
Karya seni yang dipertontonkan oleh Siswa SMPN 1 Aesesa dalam kegiatan tersebut berjumlah 24 karya mulai dari paduan suara, tarian, monolog, drama musikal dan masih banyak lagi. Bahkan kegiatan tersebut dipandu oleh dua pelajar yang bertugas sebagai Master Of Ceremony (MC). Para siswa tampil percaya diri mengekspresikan jiwa seni dan bakat terpendam mereka di hadapan ratusan penonton yang memadati aula.
Di balik kesuksesan generasi penerus bangsa ini dalam menampilkan minat dan bakat mereka di bidang seni, tidak terlepas dari peran guru-guru yang kreatif dan inovatif. Peran guru kreatif menjadi kunci lahirnya siswa-siswa berprestasi di bidangnya. Buktinya, para siswa mampu menampilkan yang terbaik di malam penuh sukacita itu meski dengan durasi waktu latihan yang terbilang singkat.
Terdengar ucapan terimakasih kepada dua nama yang kerap disebutkan MC ketika peserta selesai membawakan acara yakni Paskalis Jawa dan Nathalia guru musik dan guru seni Budaya. Kreativitas, inovasi serta imajinasi seni keduanya mampu menghasilkan karya-karya spektakuler seperti tarian dero kreasi dan aransemen musik, paduan suara dan yang lainnya. Paskalis bahkan beberapa kali mengiringi paduan suara menggunakan piano.
“Senang karena sukses, awalnya memang agak gugup karena penonton banyak sekali. Kemarin kami disuruh untuk bawa acara apa, saya pilih tarian karena saya suka menari. Terimakasih Bapa Ibu guru semua untuk kegiatan ini, terimakasih Ibu Natalya yang sudah melatih kami” ungkap Anggirevalina Bara siswi kelas lX.
Selain Paskalis dan Nathalia, ada peran guru-guru lain yang mendukung kesuksesan kegiatan pentas seni tersebut. Diantara performance ratusan siswa yang ikut dalam acara tersebut, ada satu yang cukup menarik perhatian yakni kostum ada Papua yang dirancang oleh Bonefasia Sina guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Menariknya, baju ada Papua yang dikenakan oleh siswi bernama Airin Mone ini dirancang oleh Bonefasia menggunakan karung goni bekas. Hasilnya sangat artistik, berhasil menarik perhatian pengunjung yang hadir pada kesempatan itu. “Iya ini Ibu Oni yang rancang bahannya dari karung goni, terus pernak-pernik ini dari kerang” ungkap Airin.

Selain itu, ada pula peran guru-guru lain seperti yang punya jiwa seni mendukung para siswa menghiasi karya seni terbaik mereka. Para siswa juga sukses menampilkan drama musikal yang mengangkat tema stop bullying. Narasi drama yang menggugah emosi penonton itu disusun oleh Dorkas Wadu Netu, guru Bahasa Inggris yang berkolesterol bersama Husniah WT dan Christina Azi Won.
Dari panggung seni, karya dan penampilan siswa menjadi bukti bahwa sentuhan guru kreatif mampu melahirkan prestasi sekaligus membentuk karakter, kepekaan sosial, dan rasa percaya diri generasi muda.
Kepala SMPN 1 Aesesa Paulus Niku Woda mengatakan, kegiatan tersebut juga bagian daripada membangun pola pikir (Growth Mindset) pada guru bahwa kecerdasan dan ketrampilan siswa bisa dikembangkan dan didampingi guru secara berkelanjutan.
Guru sejatinya memfasilitasi dan membimbing anak sebab, di era teknologi 5.0 saat ini guru bukan lagi satu satunya sumber pengetahuan dan informasi. Siswa diberi ruang untuk mencari tau dan belajar dari berbagai sumber terpercaya.
“Guru tidak bisa gunakan model pembelajaran di tahun 50 an yang terkesan kaku dan menggurui, guru harus lebih kreatif mencari referensi dan informasi dari berbagai sumber” pungkasnya.











