Pota, Flores Files – Seorang warga di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Askin (49) pernah melapor kasus pengrusakan drainase ke Polsek Sambi Rampas pada 3 Desember 2025 lalu.
Laporannya terdata dengan nomor polisi: STTP/10/XII/2025/Sek. Sambi Rampas dengan terlapor Abdul.
Kini kasus tersebut diinformasikan telah dilimpahkan oleh Polsek Sambi Rampas ke Polres Manggarai Timur.
Selaku pelapor, Askin kerap menanyakan perkembangan kasus tersebut ke pihak kepolisian, namun ia hanya mendapat jawaban bahwa kasus tersebut “sedang diproses”.
Lantas, Askin pun menilai pihak kepolisian lamban menindaklanjuti laporan itu. Bahkan sampai saat ini belum ada panggilan terhadap terduga pelaku.
Kepada Flores Files, Minggu 28 Desember, Askin berkata, kasus pengrusakan drainase itu diduga dilakukan oleh 14 orang dan sekarang nama-namanya sudah dikantongi pihak kepolisian.
Kasus pengerusakan itu, kata Askin, dilakukan pada malam hari dengan menggunakan palu yang beratnya kurang lebih 10 kilo.
“Mereka kurang lebih ada 14 orang terduga pelakunya, kasih rusak drainase pada malam hari pakai palu 10 kilo” ngaku Askin.
Ia menambahkan, drainase tersebut merupakan bantuan untuk kelompok tani dari dinas pertanian sepanjang 436 meter.
“Saya sendiri yang kerja tapi sekarang sudah rusak mereka buat. Kasusnya saya sudah lapor karena ini fasilitas negara” kata Askin
Meski demikian, Askin menilai laporannya diabaikan oleh pihak kepolisian, padahal yang dilaporkan adalah pengrusakan terhadap fasilitas negara.
Anehnya juga, Askin mengaku pernah dihubungi pihak Polres Manggarai Timur soal dugaan penggunaan material ilegal pada drainase itu.
“Aneh, saya yang lapor kasus pengrusakan tetapi saya ditanya balik lagi oleh kepolisian soal penggunaan material ilegal” ujar Askin.
“Sampai saat ini terduga pelakunya belum dipanggil sejak kasus tersebut dilaporkan” ujarnya lagi
Sementara itu, Kapolsek Sambi Rampas, Ipda Hironimus Emylianus mengaku bahwa kasus tersebut memang sudah dilimpahkan ke Polres Manggarai Timur.
Meski demikian, ia belum bisa memastikan sejauh mana penanganan yang dilakukan pihak Polres Manggarai Timur.
“Sedang ditangani teman-teman Polres Manggarai Timur, tetapi saya belum tahu perkembangannya sudah sampai dimana, nanti konfirmasi lagi karena anggota masih fokus pengamanan perayaan Nataru” ujar Kapolsek Sambi Rampas.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri saat dikonfirmasi mengaku belum memonitor kasus tersebut.
“Malam kaka, saya belum monitor e. Nanti saya cek dulu” kata Kasat Reskrim melalui pesan singkat. (Berto Davids)











