Nagekeo, FloresFiles— Sejumlah lokasi mata air di wilayah Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) debitnya perlahan mulai menurun dan bahkan terancam mengering.
Hal ini terjadi lantaran banyak titik lokasi kawasan mata air yang mengalami degradasi lingkungan dan berkurangnya tutupan vegetasi akibat okupasi serta ekspansi masyarakat yang membuka kebun hingga menebang pohon di seputaran lokasi mata air.
Merespons kondisi tersebut, Camat Boawae Vitalis Bay mengambil langkah preventif dengan menjadikan gerakan menanam pohon sebagai kegiatan rutin untuk menjaga keberlanjutan sumber air bagi masyarakat.
“Fakta hari ini semua mata air debit menurun, oleh karena itu kita melakukan support dengan pencanangan gerakan menanam pohon sebagai upaya reboisasi” ungkap Vitalis saat mendampingi keluarga besar PDIP melaksanakan kegiatan penanaman pohon di mata air Mata Dhuga, Senin 26 Januari 2026.

Vitalis berkomitmen, akan menjadikan gerakan menanam pohon di area mata air sebagai kegiatan rutin berkesinambungan dengan menggandeng lembaga sekolah, masyarakat dan semua stakeholder yang ada di Kecamatan Boawae.
Vitalis mengapresiasi inisiatif dari keluarga besar PDIP yang telah rela meluangkan waktu menanam ratusan anakan pohon sebagai upaya penghijauan kawasan mata air. “Ini seperti gayung bersambut, Minggu lalu kami sudah lakukan dengan mengusung tema pertobatan ekologis” kata Vitalis.
“Saya berkomitmen menggaungkan ini sebagai program rutin, mengajarkan kepada generasi muda sehingga bisa tahu dan berpartisipasi melestarikan alam” tambahnya lagi.
Lebih lanjut, mantan Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo ini menyebut, menanam pohon merupakan salah satu langkah strategis dalam merawat lingkungan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi bencana alam.
Sebab, keberadaan pohon berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, serta mencegah erosi dan longsor, terutama di wilayah sekitar mata air dan daerah rawan kekeringan.
“Kita harus bisa berkaca dari Bencana Mauponggo beberapa waktu lalu, ini menjadi catatan buruk bagi kita jika tidak merawat alam dengan baik, kalau kita tidak menjaga alam, alam tidak menjaga kita” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris PDIP Nusa Tenggara Timur (NTT) Patrianus Lali Wolo menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan harus dibangun atas kesadaran kolektif.
Komitmen tersebut kata Dia merupakan bagian dari konsistensi keluarga besar PDIP yang mana implementasinya berpihak pada rakyat dan kelestarian lingkungan.
“Ini kesadaran kolektif semua kader bahwa kita dituntut untuk merawat bumi, menjaga lingkungan dan merawat Pertiwi, kita memberikan yang terbaik untuk Bumi maka Bumi akan dengan sendirinya menjaga kita” tegas Patrianus.











