Kasus Pembunuhan di Rubit: Polisi Tunggu Hasil Forensik, Keluarga Ungkap Kondisi Jenazah

Konferensi pers Polres SIKKA, Photo dok: Irma

Maumere, FloresFiles – Kepolisian Resor Sikka masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban dalam kasus pembunuhan di Rubit. Keterangan ahli dinilai penting untuk menjelaskan kondisi jenazah yang ditemukan sudah mengalami pembusukan.

Salah satu keluarga korban, AMY, menceritakan pengalamannya saat berada di kamar mayat dan diminta menjadi saksi dalam proses otopsi terhadap jenazah kerabatnya.

“Sampai kamar mayat, kemudian mereka membawa noni ini ke dalam kamar mayat. Kemudian mereka menyampaikan kalau mau dilakukan otopsi. Sehingga sebentar itu nanti keluarga bisa masuk ke dalam sebagai saksi,” ujar AMY, pada Senin, 9/3/2026.

Sebagai salah satu saksi yang melihat proses otopsi, Amy mengaku merasa terkejut karena kondisi mayat yang ditemukannya jauh berbeda dari keadaan korban saat masih hidup.

“Saya berpikir bahwa mungkin saya jadi saksi, saya melihat dengan proses pembelah nya karena saat itu juga kondisi tidak fit, saya melihat nona dalam keadaan telanjang, tangan telentang, posisi kedua kaki tengkuk terus badannya sudah melebar,” kata dia.

Amy juga menceritakan kondisi jenazah yang menurutnya membuatnya terkejut saat melihat langsung proses tersebut.

“Yang lebih baut saya kaget ketika kepalanya botak licin terus mengecil tidak sesuai dengan badannya lagi, terus ada sehelai rambut panjang yg terurai hanya satu saja. Saya kaget karena dari jauh saya lihat ulat yang begitu besar keluar dari perutnya, ada memar di tangan sebelah kanan semacam ada memar,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah pernah menanyakan mengenai sehelai rambut yang tersisa, Amy mengaku tidak sempat bertanya karena sedang dalam kondisi stres dan merasa prihatin.

“Saya tidak tanya waktu itu. Karena saya rasa macam saya stres terus merasa kasian mengapa seperti ini,” jelasnya.

Amy juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi mayat yang ia lihat.

“Tidak ada bekas-bekas di kepalanya kepalanya Licin ,Kalau dicukur itu sepertinya tidak soalnya dia licin. Kulit kepalanya ada cuma selai rambut yang tersisa,selama hidup, rambutnya cukup tebal dan panjang,” ujarnya.

Menunggu Hasil Forensik 

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dinosius Siga, menjelaskan bahwa saat penanganan tempat kejadian perkara, kondisi jenazah memang sudah dalam keadaan membusuk.

“Memang pada saat proses penanganan TKP pertama bahwa kami dari pihak Kepolisian Polres Sikka mendapati bahwa mayat ini sudah terjadi istilah namanya sudah terjadi pembusukan” katanya.

Kasat Reskrim berjanji akan menjelaskan lebih rinci mengenai sebab musabab kematian korban mengunggu hasil resmi ahli forensik yang akan dipaparkan secara terang benderang oleh dokter Forensik.

“Nanti pasti lebih bisa dijelaskan secara ilmiah bagaimana proses rambut itu yang menurut dari beberapa masyarakat bahwa tidak ada lagi rambut bahwa nanti akan dijelaskan oleh dokter forensik terkait masalah proses kimiawi yang terjadi ketika seseorang sudah menjadi mayat,” jelasnya.

Iptu Reinhard menambahkan bahwa pemeriksaan oleh dokter forensik sebagai saksi ahli telah dijadwalkan dan akan disesuaikan dengan waktu ketersediaan dari ahli tersebut.

“Bahwa akan terjadi kemungkinan-kemungkinan nah seperti apa itu kan yang bisa menjelaskan dokter forensik pemeriksaan untuk saksi ahli sudah kami jadwalkan tentu kami menyesuaikan waktu dari ahli tersebut,” pungkasnya. (Irma Rose)