Nagekeo, FloresFiles— Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, NTT, asal Partai NasDem, Anton Sukadame Wangge, menggelar kegiatan reses 1 di Kecamatan Keotengah untuk menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat Desa Mbari, Kamis 11 Maret 2026.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, perumahan layak huni, pemberdayaan kelompok tani hingga peningkatan layanan dasar yang dinilai masih perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Nagekeo itu juga menjelaskan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini cukup menantang. Menurutnya, dalam dua tahun terakhir alokasi dana transfer dari pemerintah pusat mengalami penurunan sehingga berdampak pada kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan.
Meski demikian, Anton menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses akan tetap diperjuangkan dan dibahas dalam forum resmi DPRD bersama pemerintah daerah.
Mantan anggota Polri Polda Sulawesi Selatan itu menyatakan bahwa setiap usulan warga akan dicatat dan diprioritaskan sesuai dengan kebutuhan mendesak serta kemampuan keuangan daerah.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan perjuangkan agar bisa masuk dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya di hadapan warga.
Anton juga mengajak masyarakat untuk mendukung program MBG dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam berbagai komoditas pangan lokal. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menanam sayur-sayuran, buah-buahan, maupun tanaman pangan lainnya sangat penting guna menunjang ketersediaan bahan pangan yang sehat dan bergizi.
Ia menegaskan, program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga desa jika dikelola secara baik oleh kelompok tani maupun kelompok masyarakat lainnya.
“Mama-Mama di sini kelompok tani mari kita dukung ini Program MBG, tanam itu sayur-sayuran, buah untuk supaya bisa pasok ke Dapur MBG, sehingga pasokan bahan makanan tidak didatangkan dari luar, uang akan berputar di masyarakat kita”ujarnya.
“Nanti saya bantu kelompok ibu-ibu 1 buah hand sprayer, kapan nanti ambil di rumah, saya bantu itu pakai uang pribadi saya, asalkan Mama-Mama serius tanam” tambahnya lagi.
Lebih jauh Anton mendorong agar pemerintah desa bersama kelompok tani dapat memanfaatkan lahan pekarangan maupun lahan tidur untuk ditanami komoditas yang bernilai gizi dan ekonomis. Dengan demikian, program MBG dapat berjalan selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
Dalam dialog tersebut, masyarakat Desa Mbari berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih pada perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi warga, khususnya bagi warga Kecamatan Keotengah yang ingin bepergian ke luar daerah.
“Yang ingin kami sampaikan melalui Pak Anton ini berkaitan dengan ruas jalan Nangaroro-Maunori tepatnya di Kampung Ma’undai yang kondisinya rusak parah, karena badan jalan semakin menyempit akibat tergerus abrasi, tolong diperhatikan itu” pinta Alex Jona salah satu warga saat sesi dialog.
Selain itu, infrastruktur jalan di Kecamatan Keotengah yang membutuhkan perhatian serius Pemerintah, Kelompok Ibu-ibu Dasawisma Dusun lll Desa Mbari juga mengusulkan program benih hortikultura untuk pengembangan pertanian skala rumahan dalam rangka menopang program makan bergizi gratis.
Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh DPRD dan pemerintah daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Mbari.











