Alat Bekas Hibah Kemenkes di RSUD Ruteng Belum Dapat Dana Pemeliharaan

RSUD Ruteng

Ruteng, FloresFiles- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mempunyai satu set alat Tes Cepat Molekular (TCM) untuk pemeriksaan diagnosa penyakit Tuberkulosis (TBC), bekas hibah Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2020 silam.

Alat hibah ini digunakan RSUD Ruteng untuk mempercepat penapisan terhadap penderita TBC dimana Kabupaten Manggarai juga termasuk wilayah rentan.

Kurang lebih lima tahun, alat tersebut telah beroperasi di RSUD Ruteng dan banyak melayani sejumlah pasien.

Alat tersebut juga tidak hanya berfungsi untuk mendiagnosa TBC, tetapi untuk pemeriksaan COVID-19.

Kendati demikian, upaya pemeliharaan secara teknis terhadap alat TCM itu tidak dapat dilakukan karena belum ada suntikan dana pemeliharaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Gabriel Amir mengaku sudah pernah mengusulkan dana pemeliharaan untuk alat TCM itu sewaktu rapat bersama Bupati dan Wakil Bupati Manggarai di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Akan tetapi rencana alokasi anggaran pemeliharaan itu baru bisa ditindaklanjuti pada tahun 2026 karena secara prosedur dana pemeliharaannya bukan lagi ditanggung pemerintah pusat tetapi sudah diserahkan ke daerah.

“TCM itu alat hibah dari pusat melalui Kemenkes, harganya kemungkinan mencapai miliaran kalau dibeli. Selama ini telah dipakai RSUD untuk diagnosa TBC dan COVID-19, tetapi untuk pemeliharaannya memang belum ada anggaran karena dari pusat sudah diserahkan ke daerah” kata Amir, Kamis 4 Desember 2025 di Ruteng.

Menurut Amir, pemeliharaan yang dimaksud berupa perawatan mesin TCM untuk memastikan akurasi dan kinerja alat, sehingga pemeriksaan TBC dapat berjalan dengan lancar.

“Kita butuh dana pemeliharaan untuk perawatan mesinnya itu supaya bisa bekerja degan baik” ujarnya.

Anggaran pemeliharaan yang dibutuhkan itu sekitar Rp.95.000.000 untuk perawatan dua alat TCM.

“Kami butuh sekitar Rp.95 juta lah untuk dua alat, karena alat tersebut hanya ada di dua tempat, yakni di RSUD Ruteng dan Puskesmas Reo” ujarnya. (Berto)