Nagekeo, FloresFiles.com— Pater Marselinus Kabut, OFM seorang imam Katholik di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, yang juga merupakan pastor Paroki Yesus Kerahiman Ilahi, Aeramo mendukung upaya Pemerintah dalam mempercepat penanganan banjir Sumatera.
Menurut Pater Marsel demikian Ia akrab disapa, bencana Sumatera yang menelan ribuan korban jiwa menuai empat publik, sehingga langkah cepat Pemerintah pusat dalam penanganan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pemulihan pascabencana sangat penting untuk meminimalisir dampak lanjutan yang dialami masyarakat terdampak.
“Kita mendukung penuh upaya pemerintah untuk melakukan upaya pemulihan terutama membantu para korban berkaitan dengan hal-hal yang sangat dibutuhkan seperti makanan yang kalau kita lihat dan dengar dari berita semuanya belum merata” ungkap Pater Marsel saat diwawancarai FloresFiles di Pendopo Pastoran Paroki Aeramo, Selasa 23 Desember 2025 sore.
Bagi Pater Marsel, bencana banjir bandang di Sumatera adalah duka bersama bangsa, sehingga gereja Katholik pada hakekatnya mendukung setiap ikhtiar pemerintah dalam menyelamatkan nyawa, memulihkan harapan, dan memastikan para korban mendapatkan pendampingan yang layak.
“Pemerintah harus bisa bersinergi dengan semua elemen seperti NGO yang peduli dengan Bencana Sumatra. Pemerintah juga harus turun ke lokasi melihat secara langsung kondisi lapangan sehingga intervensi bantuan serta upaya pemulihan pasca bencana bisa tepat sasaran” saran Pater Marsel.
Di sisi lain Pater Marsel melihat banjir bandang yang terjadi di Sumatera buah daripada ulah manusia dan kebijakan Pemerintah yang mana telah melakukan pembalakan secara besar-besaran yang pada akhirnya menghilangkan sebagian besar hutan sebagai pelindung di saat banjir.
“Ini sebuah pelajaran penting, kita mendorong pertobatan ekologis, kita harus lebih sadar untuk kemudian mencintai lingkungan dan alam sekitar kita sehingga kita mendorong ini agar Pemerintah berupaya memulihkan agar Sumatera kembali seperti sediakala” ujarnya.
Dukungan dari Nagekeo ini sekaligus mencerminkan nilai toleransi dan persatuan, di mana empati tidak dibatasi oleh jarak geografis maupun perbedaan latar belakang. Rohaniwan berharap percepatan penanganan bencana dapat berjalan optimal sehingga masyarakat terdampak di Sumatera dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Lebih lanjut Pater Marsel mengajak semua umat Katholik di manapun berada untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan alam sekitar, sebab, Almarhum Pau Fransiskus dalam Ensiklik “Laudato Si” sudah menyerukan umat Katholik di seluruh dunia untuk merawat bumi.
“Harapan untuk semua orang Katholik, ini dalam konteks kita mau merayakan Natal mari kita lebih peduli terhadap lingkungan alam sekitar kita” pungkasnya.











