Nagekeo, FloresFiles– Jarum jam menunjukkan pukul 12.00 siang WITA, ketika matahari berdiri tegak dan panas terik menekan atap-atap rumah warga, rombongan kecil berpakaian merah maron itu melangkah masuk ke rumah Giovani Arjuna Waja Mari (5), salah seorang anggota Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI).
Meski keringat mengalir di dahi, senyum mereka tetap terjaga. Seragam merah maron yang mereka kenakan menyala di bawah terik, seolah menantang panas dengan sukacita yang tak surut. Di tengah cuaca yang menguji, anak-anak itu justru datang membawa kesejukan doa, lagu pujian, dan sapaan hangat yang mengisi ruang rumah dengan rasa damai.
Saat memasuki rumah, anak-anak itu berhenti sejenak di ruang tamu. Mereka berbaris rapi, menyesuaikan diri dengan ruang yang sederhana. Setelah suasana tenang, seorang anak yang paling tua di antara mereka maju ke depan dan memimpin doa pembuka. Suaranya tenang, sedikit bergetar, namun jelas.
Doa yang di-daraskan diselingi nyanyian, lagu “Wartakan Dengan Lantang” pun mengalun. Tidak keras, tidak tergesa. Nada demi nada mengisi ruang tamu, menyatu dengan panas siang yang masih melekat di dinding rumah. Lagu itu menjadi kesaksian sederhana bahwa sukacita dapat disampaikan dengan suara anak-anak, di ruang yang sempit, pada waktu yang sangat bias.
Mereka adalah anak-anak Sekami dari KUB St. Theresia Avila, Paroki Yesus Kerahiman Ilahi, Aeramo, Kevikepan Mbay, Kabupaten Nagekeo. Hari itu, Minggu, 4 Januari 2026, menjadi momen istimewa. Anak-anak merayakan Hari Anak Sekami se-Dunia, yang setiap tahun diperingati pada 4 Januari, bertepatan dengan Hari Raya Penampakan Tuhan atau Epifani.
Usai mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, anak-anak Sekami yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan sekitar 10 hingga 15 orang bergerak menyusuri kampung.
Dari pintu ke pintu, mereka mengunjungi rumah-rumah umat secara bergantian, mewartakan sukacita Injil dengan cara yang sederhana dan penuh ketulusan.
Di setiap rumah yang disinggahi, anak-anak memulai kunjungan dengan lagu pujian dan doa singkat. Suara mereka mungkin belum lantang, namun mengalir jujur dari hati. Pesan iman disampaikan dengan bahasa polos tentang kasih, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.
Sekami mengajarkan anak-anak untuk berani menjadi misionaris sejak dini berdoa, berbagi, dan bersaksi yang mana generasi muda Katholik dituntut untuk belajar bahwa Gereja bukan hanya gedung, tetapi perjumpaan
Sekami sendiri merupakan wadah pembinaan iman anak-anak Katolik yang menanamkan semangat misi universal dengan moto Children Helping Children. Melalui berbagai kegiatan sederhana, anak-anak diajak untuk peka terhadap sesama, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta berani mewartakan kabar gembira dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam perayaan Hari Anak Sekami se-Dunia ini, Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo kembali diteguhkan bahwa Gereja bertumbuh melalui anak-anak. Dengan langkah kecil di bawah matahari, mereka telah mengetuk pintu-pintu umat dan juga pintu hati mewartakan sukacita yang sederhana, namun penuh makna.











